Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sempat diwarnai kepulan asap yang cukup tebal pada Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 21.45 WITA. Asap tersebut diduga kuat berasal dari insiden kebakaran yang menimpa salah satu restoran cepat saji yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kemunculan kepulan asap ini sempat memenuhi area terminal internasional sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan di lapangan. Pihak kepolisian pun segera turun tangan untuk mengungkap pemicu utama dari peristiwa yang sempat menarik perhatian para pengguna jasa bandara tersebut.
Ps Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Iptu I Gede Suka Artana, atas seizin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP I Made Hendra Agustina, menjelaskan bahwa pemicu kebakaran diduga berasal dari mesin pemanggang daging atau grill. Peristiwa tersebut berawal ketika seorang karyawan restoran tengah mengoperasikan mesin tersebut untuk mengolah makanan. Saat itu, suhu mesin pemanggang mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak normal beberapa saat sebelum akhirnya muncul kobaran api yang membesar. Api yang muncul dari mesin pemanggang tersebut kemudian merambat masuk dan menjalar ke dalam saluran pembuangan asap atau exhaust restoran.
Mengetahui munculnya api yang membesar, karyawan gerai restoran cepat saji itu bergerak cepat dengan segera mematikan kompor serta mematikan panel sistem exhaust. Upaya pemadaman awal langsung dilakukan secara mandiri menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memang tersedia di dalam area tenant tersebut. Berkat tindakan cepat ini, api pada mesin pemanggang berhasil dipadamkan. Meski demikian, kobaran api yang terlanjur menjalar ke bagian dalam saluran exhaust masih belum dapat dijangkau dari luar. Oleh karena itu, untuk mempermudah proses pemadaman secara menyeluruh, sebagian material plafon terpaksa dibongkar agar titik api di dalam saluran pembuangan asap dapat dijangkau dan disemprot secara langsung.
Kebakaran Lahan di Kampung Bandan Jakut Capai 0,5 Hektare, Diduga Akibat Puntung Rokok

Proses penanganan kebakaran menjadi semakin efektif setelah petugas dari Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan tindakan pemadaman. Di saat yang sama, sistem sprinkler otomatis yang terpasang dan aktif di area terminal tersebut turut membantu meredam serta mengendalikan laju kobaran api agar tidak menyebar ke area lainnya. Berkat kesigapan tim ARFF serta berfungsinya sistem proteksi kebakaran otomatis, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan secara penuh pada sekitar pukul 22.10 WITA. Setelah api dipastikan padam, petugas kemudian mengerahkan alat blower untuk menyedot dan membuang sisa asap keluar dari ruangan agar sirkulasi udara kembali normal seperti sedia kala.
Selama proses penanganan insiden berlangsung, personel dari Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai langsung bergerak melakukan pengamanan tempat kejadian perkara. Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi gerai, mengamankan sejumlah barang bukti terkait, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi yang mengetahui insiden tersebut guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran ini. Adapun nilai kerugian material yang timbul akibat insiden tersebut untuk sementara waktu diperkirakan mencapai Rp10 juta, dan penyebab pasti kebakaran masih terus didalami oleh jajaran Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Menkes Sebut Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Termasuk Buruk di ASEAN

Sementara itu, Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, menyebutkan bahwa kejadian tersebut terpantau oleh pihaknya pada Kamis malam sekitar pukul 21.57 WITA. Saat itu, petugas ARFF langsung melakukan penanganan awal secara cepat dan mengarahkan para pengguna jasa bandara untuk menjauh dari lokasi kejadian demi keselamatan bersama. Menurut keterangan Gede Eka Sandi Asmadi, seluruh rangkaian proses penanganan insiden kepulan asap tersebut telah diselesaikan secara penuh pada pukul 22.13 WITA berkat kesigapan petugas bandara dan personel ARFF. Otoritas bandara memastikan bahwa seluruh operasional penerbangan maupun layanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan secara normal dan optimal, sembari melakukan investigasi serta evaluasi menyeluruh pada area yang terdampak.






