Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Ketika Empati Hilang di Media Sosial, Sorotan Etika Pelayanan Kesehatan Pasca-Meninggalnya Pasien BPJS

Togar SiregarDiterbitkan 6 Agu 2026 - 12.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketika Empati Hilang di Media Sosial, Sorotan Etika Pelayanan Kesehatan Pasca-Meninggalnya Pasien BPJS
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pengalaman pahit seorang pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bernama Yurizal memicu keprihatinan publik. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Yurizal sempat membagikan pengalaman menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap. Alih-alih memperoleh simpati, curahan hati pasien tersebut justru direspons secara tidak berempati di media sosial oleh sejumlah akun yang diduga milik tenaga medis dan kesehatan.

Gelombang tanggapan negatif di platform digital tersebut memicu sorotan tajam warganet. Akun @erudarahaadini, yang belakangan diketahui milik Elda Putri Rahardini, menuliskan komentar yang menyebut pasien seolah tidak memiliki sel otak yang lengkap karena mengeluh di media sosial. Sementara itu, akun @bennychrstn milik Benny Christian Sihombing鈥攜ang diduga warganet merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia鈥攎enyebutkan bahwa jika ruang perawatan penuh, opsi pindah dengan cepat hanyalah menuju ruang jenazah. Komentar lain datang dari akun @1amdika yang menyebut penanganan akan lebih cepat jika pasien mengalami serangan jantung sehingga langsung ditangani di instalasi gawat darurat (IGD), serta akun @nandafadyla_ yang melontarkan komentar singkat, "Bacot nih pasien."

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Baca Juga

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung

Menanggapi fenomena ini, praktisi dan akademisi komunikasi digital Afgiansyah menilai bahwa akar permasalahan tersebut terletak pada rendahnya literasi media sosial. Menurut Afgiansyah, banyak orang merasa media sosial beroperasi layaknya buku harian pribadi, sehingga mereka merasa bebas meluapkan emosi atau pendapat tanpa memikirkan dampak luas yang ditimbulkan. Ia juga menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia cenderung menerapkan pola komunikasi tidak langsung (indirect). Namun, ketiadaan batasan di ruang digital membuat komunikasi yang tidak berempati mudah mencuat ke publik.

Dugaan pelanggaran etika ini memantik respons dari berbagai institusi. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menegaskan bahwa pernyataan semacam itu secara jelas melanggar kode etik dan sumpah profesi dokter. IDI memastikan akan menelusuri asal cabang IDI kota dari para tenaga kesehatan yang diduga terlibat. Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) drg. Arianti Anaya menyampaikan dalam pesan tertulis pada Rabu, 5 Agustus 2026, bahwa KKI sedang berkoordinasi dengan organisasi profesi untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran etik ini. Keputusan mengenai sanksi masih akan didiskusikan setelah investigasi selesai. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kepala Biro Komunikasi Aji Muhawarman menyayangkan sikap tidak berempati yang ditunjukkan terhadap pasien dan keluarganya. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menyampaikan laporan melalui mekanisme pengaduan resmi di KKI jika menemukan dugaan pelanggaran etik atau disiplin profesi.

Baca Juga

Pasha Ungu Sutradarai Video Musik Utara-Selatan, Gandeng Ratusan Cliquers

Pasha Ungu Sutradarai Video Musik Utara-Selatan, Gandeng Ratusan Cliquers

Setelah gelombang kritik publik meluas, beberapa pemilik akun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Elda Putri Rahardini, pemilik akun @erudarahaadini, mengonfirmasi dirinya sebagai seorang dokter dan tenaga kesehatan, seraya mengakui bahwa unggahannya tidak etis dan seharusnya ia mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Benny Christian Sihombing juga mengunggah tayangan video permohonan maaf atas unggahannya di Threads, serta menyatakan siap menerima seluruh konsekuensi yang ada tanpa melakukan pembelaan atau menyewa pengacara. Permohonan maaf senada disampaikan oleh Widhiyarini Pangestika melalui platform Threads. Ia mengakui bahwa komentarnya tidak pantas serta tidak mencerminkan etika, empati, maupun profesionalisme sebagai seorang tenaga kesehatan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Media SosialKemenkesBPJS KesehatanPelayanan KesehatanEtika Dokter

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah AgungPasha Ungu Sutradarai Video Musik Utara-Selatan, Gandeng Ratusan CliquersDampak Gempa Pangandaran, Perjalanan KA Siliwangi Rute Cipatat-Sukabumi Dihentikan SementaraKemenkeu Tunda Pajak Toko Online dan Ambil Alih Utang Kereta Cepat WhooshIran Peringatkan Negara Teluk, Serangan Amerika Serikat Akan Picu Balasan ke Infrastruktur EnergiHarga BBM Nonsubsidi Resmi Turun di Seluruh SPBU IndonesiaPembangunan Ulang JPO Tendean di Jakarta Selatan Ditargetkan Mulai Bulan DepanBGN Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap