Kisah perjalanan hidup Sudono Salim, yang juga dikenal luas dengan nama Liem Sioe Liong, menyimpan berbagai sisi menarik di balik kesuksesannya sebagai salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Dalam membangun kerajaan bisnisnya, Salim tidak hanya mengandalkan perhitungan ekonomi semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh unsur spiritual dan kepercayaan tradisional. Salah satu kebiasaan unik yang menjadi sorotan adalah rutinitasnya mendatangi kawasan Gunung Kawi untuk mencari petunjuk sebelum mengambil keputusan penting. Kisah mengenai kebiasaan ini turut dicatat oleh Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam buku mereka yang terbit pada tahun 2016.
Berdasarkan catatan tersebut, Salim secara rutin menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam tersebut ia lakukan secara berkala, bahkan mencapai tiga hingga lima kali dalam setahun. Setibanya di kawasan yang memang dikenal masyarakat sebagai lokasi untuk berbagai kepentingan spiritual itu, Salim biasanya memilih untuk berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa. Ia menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi untuk memusatkan pikiran dan meminta arahan sebelum memulai proyek bisnis berskala besar.








