Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Bisnis

Kisah Sudono Salim, Dari Ritual Gunung Kawi hingga Membangun Imperium Bisnis

Marthen PalutunganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 09.53 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sudono Salim, Dari Ritual Gunung Kawi hingga Membangun Imperium Bisnis
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kisah perjalanan hidup Sudono Salim, yang juga dikenal luas dengan nama Liem Sioe Liong, menyimpan berbagai sisi menarik di balik kesuksesannya sebagai salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Dalam membangun kerajaan bisnisnya, Salim tidak hanya mengandalkan perhitungan ekonomi semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh unsur spiritual dan kepercayaan tradisional. Salah satu kebiasaan unik yang menjadi sorotan adalah rutinitasnya mendatangi kawasan Gunung Kawi untuk mencari petunjuk sebelum mengambil keputusan penting. Kisah mengenai kebiasaan ini turut dicatat oleh Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam buku mereka yang terbit pada tahun 2016.

Berdasarkan catatan tersebut, Salim secara rutin menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam tersebut ia lakukan secara berkala, bahkan mencapai tiga hingga lima kali dalam setahun. Setibanya di kawasan yang memang dikenal masyarakat sebagai lokasi untuk berbagai kepentingan spiritual itu, Salim biasanya memilih untuk berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa. Ia menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi untuk memusatkan pikiran dan meminta arahan sebelum memulai proyek bisnis berskala besar.

Dalam setiap kunjungannya, Salim selalu meminta petunjuk kepada peramal sekaligus menjalankan sejumlah ritual khusus. Salah satu metode gaib yang biasa ia gunakan di kuil adalah menggoyang-goyangkan sebuah tabung bambu yang berisi lidi-lidi bertuliskan karakter tertentu. Ritual ini terus dilakukan sampai ada sebatang lidi yang keluar dari tabung. Tulisan pada lidi tersebut kemudian dibaca dan ditafsirkan oleh seorang rahib atau peramal. Salim meyakini sepenuhnya setiap nasihat yang diberikan, karena ia percaya bahwa mengabaikan petunjuk tersebut dapat membuatnya mengambil keputusan keliru yang berujung pada kerugian besar.

Baca Juga

Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

Breaking! BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus US$454,8 M di Juli

Kepercayaan Salim terhadap unsur mistik dan keselarasan lingkungan tidak hanya diterapkan saat hendak memulai proyek baru, tetapi juga ketika menentukan lokasi yang dianggap membawa keberuntungan. Hal ini sangat terlihat pada tahun 1968, ketika ia bersiap memulai usaha bersama sebuah kelompok konglomerat yang dikenal dengan julukan Gang of Four. Kelompok bisnis ini beranggotakan Salim bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.

Dalam merintis usaha bersama Gang of Four tersebut, Salim menolak menggunakan kantor yang luas dan nyaman. Ia justru bersikeras memilih sebuah ruangan sempit yang sama sekali tidak dilengkapi dengan pendingin udara. Ruangan tersebut sangat sederhana, hanya berisi satu meja, satu telepon, dan dua buah kursi. Salim meyakini bahwa lokasi kantor tersebut memiliki feng shui yang sangat baik. Keyakinan ini pada akhirnya seolah terbukti, mengingat bisnis yang dijalankan bersama kelompok tersebut berkembang sangat pesat dan menjadi fondasi utama bagi ekspansi berbagai usaha Salim di kemudian hari.

Pengaruh petunjuk spiritual juga mewarnai keputusan penting Salim dalam memilih mitra bisnis strategis, seperti yang terjadi pada tahun 1975. Saat itu, terjadi sebuah pertemuan yang sama sekali tidak direncanakan antara Sudono Salim dan Mochtar Riady di dalam sebuah penerbangan yang menuju ke Hong Kong. Dalam percakapan di pesawat tersebut, Riady mengungkapkan keinginannya untuk membangun sebuah bank baru.

Baca Juga

Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Breaking News! IHSG Pagi-Pagi Sudah Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

Pada saat yang bersamaan, Salim sebenarnya sedang mencari sosok yang dinilai mampu untuk mengelola tiga bank miliknya, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Melihat kapasitas yang dimiliki oleh Riady, Salim kemudian mengajaknya untuk bekerja sama. Namun, keputusan untuk bermitra ini ternyata tidak diambil secara asal. Pemilihan Riady sebagai mitra bisnis melalui pertimbangan yang sangat matang dan kembali dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal yang ia temui di Gunung Kawi.

Bahkan, sepulangnya dari menemui peramal di Gunung Kawi, Salim dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa dirinya akan menjadi Tang Sheng untuk Mochtar Riady. Kemitraan yang terjalin antara keduanya terbukti menjadi langkah historis yang sangat tepat. Di bawah kepemimpinan Riady, BCA berhasil tumbuh pesat dan berkembang menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an. Jika pada saat itu Salim tidak mengikuti petunjuk spiritualnya dan tidak memilih Riady, perjalanan sejarah BCA di industri perbankan nasional mungkin saja akan mengambil arah yang sama sekali berbeda.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BCASudono SalimLiem Sioe LiongMochtar RiadyGunung KawiSejarah Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

Di DPR, Sherly Tjoanda Curhat Tak Dapat Kepastian 16 Ribu Ha Tanah untuk PetaniKPK Panggil Lagi Waka DPRD Kota Bengkulu Terkait Kasus Bupati Rejang LebongWN China Ditangkap karena Buru dan Santap Penyu di Raja AmpatHari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi TerlihatPaduan Olahraga dan Jejaring Bantu Pemulihan Gempa NTT12 Bekantan Mati Gosong Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan SelatanKebakaran Lahan TPS di Cidadap Bandung, 4 Lansia Dilarikan ke RSSodomi ABG, Pemuda Bejat di Muara Angke Jakut Ditangkap Polisi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap