Berita Viral Terkini

Langkah Baru DNIKS Menjawab Tantangan Kesenjangan Sosial di Indonesia

Bambang HandayaniPublished 25 Jul 2026 - 12.151 Reads
Bagikan WhatsAppX
Langkah Baru DNIKS Menjawab Tantangan Kesenjangan Sosial di Indonesia
Ilustrasi Sosial. Foto: Tirto.
A-A+

Perayaan hari jadi ke-59 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, menjadi momentum penting untuk merumuskan ulang strategi pengentasan kemiskinan. Di tengah upaya mengejar target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan arahan strategis agar organisasi ini bertransformasi menjadi mitra pemerintah yang lebih dinamis. Peringatan yang mengusung tema "Ikut Memajukan Kesejahteraan Umum" ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengingatkan bahwa di balik kemajuan pembangunan nasional, Indonesia masih dibayangi oleh pekerjaan rumah yang besar berupa kesenjangan sosial. Tiga masalah utama yang menjadi sorotan adalah kemiskinan ekstrem, ketimpangan kualitas pendidikan, serta keterbatasan lapangan kerja. Merujuk pada amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945, Kementerian Sosial berupaya mengatasi persoalan ini melalui program rehabilitasi, jaminan, pemberdayaan, dan perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Oleh karena itu, sinergi yang kuat dengan lembaga sosial seperti DNIKS mutlak diperlukan demi menyelaraskan langkah dengan visi presiden.

Also Read

OJK Tegaskan Tanggung Jawab Kredivo dan KreditFazz Terkait Kasus Debt Collector di Purworejo

Untuk memperkuat fondasi gerakan sosial ini, Gus Ipul memaparkan lima pesan prioritas. Langkah pertama yang ditekankan adalah pembenahan data melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah berjalan sejak 2025. Data yang presisi menjadi kunci agar bantuan sosial tepat sasaran. Selanjutnya, ia meminta DNIKS meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) agar pelayanan masyarakat dapat memenuhi standar nasional. Hal ini berkaitan erat dengan poin ketiga, yakni percepatan akreditasi LKS di seluruh Indonesia guna membangun kepercayaan publik serta mendeteksi potensi penyimpangan sejak dini.

Dua arahan berikutnya berfokus pada keberlanjutan program melalui perluasan kemitraan dengan sektor swasta maupun lembaga filantropi, serta penciptaan inovasi program yang adaptif terhadap perubahan zaman. Menanggapi tantangan ini, Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie menegaskan kesiapan organisasinya. Selama hampir enam dekade menjadi mitra strategis pemerintah, DNIKS terus berupaya mandiri dan berinovasi tanpa terus-menerus bergantung pada anggaran negara. Momentum ulang tahun ini juga dimanfaatkan untuk mengonsolidasikan organisasi hingga ke tingkat daerah melalui jaringan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS).

Also Read

Ujian Skuad Baru Thailand di Markas Laos pada Laga Pembuka Piala AFF 2026

Kolaborasi lintas sektor ini juga didukung penuh oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ahmad Riza Patria menekankan bahwa program-program prioritas pemerintah saat ini diarahkan langsung ke masyarakat tingkat bawah, dengan desa sebagai garda terdepan pemerataan ekonomi. Sinergi antara Kemensos, Kemendes, dan DNIKS diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan secara merata. Peringatan hari jadi ini ditutup dengan pemotongan tumpeng secara simbolis, menandai komitmen bersama untuk berkolaborasi demi mewujudkan kesejahteraan sosial yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca