Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Mengukur Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar Global

Bambang HandayaniDiterbitkan 4 Agu 2026 - 15.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengukur Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Pasar Global
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Perkembangan nilai tukar rupiah sepanjang pertengahan hingga akhir Juli 2026 memperlihatkan dinamika yang cukup signifikan di pasar keuangan domestik. Pada akhir Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada pada level Rp 17.880. Memasuki fase pertengahan Juli 2026, mata uang Garuda sempat mengalami tekanan pelemahan yang dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta menguatnya ekspektasi pelaku pasar global terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR). Meskipun sempat tertekan akibat sentimen eksternal tersebut, kondisi pasar perlahan membaik menjelang penutupan bulan. Pada tanggal 31 Juli 2026, rupiah berhasil kembali menguat dan bertengger di posisi Rp 17.994 per dolar AS.

Fluktuasi nilai tukar ini menjadi salah satu indikator utama yang dicermati oleh

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Bank Indonesia
dalam menilai daya tahan ekonomi nasional. Pejabat Sementara (PJs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang resilien di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi. Di samping pergerakan nilai tukar, ketahanan ekonomi ini juga ditopang oleh kinerja neraca perdagangan internasional yang masih mencatatkan rapor positif. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif mencatat surplus sebesar 4,03 miliar dolar AS. Pencapaian surplus kumulatif ini tetap terjaga meskipun pada bulan Mei 2026 saja, neraca perdagangan sempat mencatatkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS.

Daya tarik pasar keuangan domestik bagi investor asing juga menjadi faktor krusial yang menopang stabilitas makroekonomi. Pada kuartal II 2026, aliran investasi portofolio asing ke dalam negeri mencatatkan masuknya dana bersih atau net inflows yang cukup besar, yakni mencapai 8,5 miliar dolar AS. Masuknya modal asing ini terutama didukung oleh penempatan dana pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kepercayaan investor portofolio terhadap instrumen keuangan domestik ini membantu menjaga ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar keuangan nasional, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan eksternal Indonesia.

Baca Juga

Kemenkeu Rilis Data Ekonomi, PMI Manufaktur Bangkit dan Inflasi Melandai

Kemenkeu Rilis Data Ekonomi, PMI Manufaktur Bangkit dan Inflasi Melandai

Ketahanan eksternal tersebut tecermin dengan jelas pada posisi cadangan devisa Indonesia yang tetap terjaga kokoh. Pada akhir Juni 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS. Bank Indonesia menilai bahwa jumlah cadangan devisa ini sangat memadai karena setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor. Jika dihitung bersamaan dengan kewajiban eksternal pemerintah lainnya, cadangan devisa tersebut setara dengan 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo. Ketersediaan cadangan devisa yang berada di atas standar kecukupan internasional ini memberikan bantalan yang kuat bagi bank sentral untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global.

Dari sisi domestik, stabilitas harga juga menjadi perhatian penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasi inflasi ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,08 persen yoy. Meskipun ada kenaikan tipis secara tahunan, Bank Indonesia menilai pergerakan inflasi ini masih berada dalam koridor yang terkendali dan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi yang sehat.

Baca Juga

Pemasangan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Indonesia Menjadi Sorotan Media Asing

Pemasangan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Indonesia Menjadi Sorotan Media Asing

Kenaikan inflasi IHK pada Juni 2026 dipengaruhi oleh perkembangan pada beberapa kelompok pengeluaran. Inflasi kelompok administered prices (AP) atau harga yang diatur pemerintah tercatat mengalami kenaikan menjadi 3,42 persen yoy, seiring dengan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan harga avtur. Sementara itu, komponen inflasi lainnya relatif stabil, dengan inflasi inti yang tetap terjaga pada tingkat 2,76 persen yoy. Untuk kelompok bahan makanan bergejolak atau volatile food (VF), inflasi tercatat sebesar 5,58 persen yoy. Dengan mencermati seluruh perkembangan ini, Bank Indonesia memprakirakan bahwa inflasi pada tahun 2026 dan 2027 akan tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan, yaitu sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

inflasiBank IndonesiaEkonomi IndonesiarupiahCadangan Devisa

Berita Terbaru Lainnya

Kemenkeu Rilis Data Ekonomi, PMI Manufaktur Bangkit dan Inflasi MelandaiBNI Perluas Akses Layanan Keuangan Digital bagi Mahasiswa Indonesia di Hong KongPemasangan Pagar Tinggi di Mal dan Perkantoran Indonesia Menjadi Sorotan Media AsingKisah Anak Batam Raih Sapta Abdi Praja IPDN demi Wujudkan Mimpi Sang AyahBareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba Riau-Palembang, 86 Kilogram Sabu Disita33.430 Ton Pakan Ternak Disiapkan untuk Percepat Pemulihan Peternak di AcehTren Pertumbuhan Simpanan Nasabah Perbankan Indonesia hingga Juni 2026Jasindo Salurkan Klaim Perdana Asuransi BMN Rp17,6 Miliar untuk Pemulihan Aset

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap