Perkembangan nilai tukar rupiah sepanjang pertengahan hingga akhir Juli 2026 memperlihatkan dinamika yang cukup signifikan di pasar keuangan domestik. Pada akhir Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada pada level Rp 17.880. Memasuki fase pertengahan Juli 2026, mata uang Garuda sempat mengalami tekanan pelemahan yang dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah serta menguatnya ekspektasi pelaku pasar global terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed Funds Rate (FFR). Meskipun sempat tertekan akibat sentimen eksternal tersebut, kondisi pasar perlahan membaik menjelang penutupan bulan. Pada tanggal 31 Juli 2026, rupiah berhasil kembali menguat dan bertengger di posisi Rp 17.994 per dolar AS.
Fluktuasi nilai tukar ini menjadi salah satu indikator utama yang dicermati oleh








