Berita Viral Terkini

Menjaga Nyala Energi Nasional Lewat Ketangguhan Budaya Keselamatan Pertamina

Yolanda TobanPublished 25 Jul 2026 - 07.520 Reads
Bagikan WhatsAppX
Menjaga Nyala Energi Nasional Lewat Ketangguhan Budaya Keselamatan Pertamina
Ilustrasi Ekonomi. Foto: CNN Indonesia - Ekonomi.
A-A+

Di balik gemerlap ekspansi bisnis dan canggihnya teknologi yang diadopsi PT Pertamina (Persero), ada satu pilar sunyi yang menentukan keberhasilan seluruh operasionalnya. Pilar tersebut adalah budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional, Pertamina menyadari bahwa setiap target besar yang ingin dicapai harus berdiri di atas landasan keselamatan kerja yang kokoh. Tanpa pondasi HSSE yang kuat, seluruh pencapaian bisnis dan operasional berisiko goyah sewaktu-waktu.

Komitmen mendalam ini digaungkan kembali dalam pembukaan HSSE Jambore I Tahun 2026 yang berlangsung di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang. Mengusung tema "Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance", ajang ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak seluruh lini bisnis Pertamina. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengingatkan bahwa pertumbuhan masif perusahaan saat ini membawa tantangan yang kian kompleks. Ia menekankan filosofi "eling lan waspodo" atau selalu ingat dan waspada sebagai kompas moral dalam menjaga keselamatan kerja, di mana tren positif kinerja keselamatan saat ini tidak boleh membuat seluruh elemen perusahaan menjadi lengah terhadap risiko yang selalu mengintai.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memberikan sorotan tajam pada pentingnya kepemimpinan yang nyata di lapangan atau visible leadership. Menurutnya, keselamatan kerja tidak bisa hanya diatur dari balik meja kantor. Para pemimpin di lingkungan Pertamina dituntut untuk turun langsung ke area operasional, berinteraksi aktif dengan para pekerja, dan memastikan setiap prosedur keselamatan dipatuhi tanpa kompromi. Bahkan, Iriawan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian untuk menghentikan pekerjaan secara instan jika mendeteksi adanya potensi risiko bahaya yang mengancam keselamatan jiwa pekerja.

Penguatan budaya keselamatan ini tentu tidak muncul secara instan, melainkan lewat investasi berkelanjutan pada kapasitas sumber daya manusia. Pertamina terus berfokus pada peningkatan kompetensi pekerjanya melalui berbagai program pembinaan, pelatihan intensif, serta sertifikasi keselamatan kerja yang diakui secara internasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap individu di dalam ekosistem Pertamina Group memiliki pemahaman yang sama dan standar keahlian yang mumpuni dalam memitigasi risiko kerja di berbagai medan operasional yang dinamis dan berisiko tinggi.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Melalui HSSE Jambore I 2026, Pertamina Group berupaya menyatukan visi dan menyelaraskan standar operasional di seluruh anak usahanya. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah taktis untuk menguji kesiapan operasional dan mempererat koordinasi antar-sektor. Dengan konsistensi penerapan prinsip HSSE di setiap lini, Pertamina optimistis dapat menjaga keandalan operasional demi menjamin pasokan energi yang stabil bagi seluruh pelosok negeri, sekaligus melindungi aset paling berharga perusahaan, yaitu keselamatan para pekerjanya.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca