Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, memberikan penegasan terkait arah kebijakan dan fokus utama pemerintahan saat ini. Ia menyatakan bahwa seluruh kerja jajaran kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto murni berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat luas. Menurutnya, langkah-langkah strategis yang diambil oleh negara didasarkan pada upaya melayani rakyat secara maksimal. Prasetyo secara khusus menekankan bahwa pemerintah sama sekali tidak pernah bekerja dengan niat atau tujuan untuk sekadar mengejar hasil dari sebuah jajak pendapat atau survei tertentu.
Pernyataan tegas dari pejabat tinggi negara tersebut dikemukakan sebagai tanggapan resmi atas laporan publikasi terbaru yang dikeluarkan oleh lembaga riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC). Publikasi mengenai penilaian kinerja pemerintah tersebut dirilis kepada publik pada pekan terakhir bulan Juli tahun 2026. Prasetyo merasa perlu memberikan pandangan dari sisi Istana Kepresidenan agar masyarakat memahami bahwa tolok ukur keberhasilan pemerintah bukan semata-mata bertumpu pada angka kepuasan yang tercermin dalam sebuah survei statistik.
Penjelasan mengenai orientasi kerja pemerintah ini disampaikan oleh Prasetyo saat dirinya ditemui oleh para wartawan di tengah sebuah perjalanan darat menuju ibu kota Jakarta. Perjalanan tersebut dilakukan dari wilayah Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis malam tanggal 30 Juli. Menariknya, sesi tanya jawab dengan awak media tersebut berlangsung di dalam gerbong Kereta Api (KA) Nusantara Explorer yang tengah melaju. Di lokasi tersebut, ia meluangkan waktu untuk menguraikan landasan kerja pemerintahan saat ini.
Lebih lanjut, Prasetyo memaparkan bahwa berbagai program pemerintah yang tengah berjalan pada masa sekarang ini pada dasarnya merupakan tindak lanjut langsung dari janji-janji kampanye politik. Janji-janji tersebut sebelumnya telah diusung dan disosialisasikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada masa tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 yang lalu. Ia memastikan bahwa jajaran pemerintahan memiliki komitmen yang kuat untuk merealisasikan seluruh visi dan misi tersebut ke dalam kebijakan yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh publik.
KP Sanjaya Sisir Perairan Anak Krakatau Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak

Dalam pemaparannya di atas kereta api tersebut, Prasetyo juga merinci sejumlah cita-cita besar bangsa yang saat ini sedang terus diupayakan pencapaiannya oleh negara. Cita-cita tersebut mencakup upaya mendorong kemajuan nasional, meningkatkan taraf kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, serta mewujudkan kemandirian di berbagai bidang esensial. Sektor-sektor yang menjadi fokus utama dalam agenda kemandirian ini meliputi penguatan ketahanan pangan, pencapaian kedaulatan energi, percepatan proses industrialisasi, serta pelaksanaan program hilirisasi sumber daya alam.
Sementara itu, data jajak pendapat yang menjadi latar belakang pernyataan Prasetyo sebelumnya telah dipaparkan secara rinci oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani. Hasil riset tersebut dirilis secara resmi pada hari Minggu, 26 Juli. Survei yang pengumpulan datanya diselenggarakan pada rentang waktu tanggal 5 hingga 19 Juli 2026 itu menyoroti pandangan publik terhadap kabinet. Laporan tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan menyentuh angka 51,1 persen.
Untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam, pihak penyelenggara survei juga membedah komposisi dari angka kepuasan total sebesar 51,1 persen tersebut. Secara lebih terperinci, temuan di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. Di sisi lain, kelompok mayoritas dari penyumbang angka kepuasan tersebut berasal dari 46,3 persen responden yang menyatakan cukup puas dengan kinerja pemerintahan yang sedang berjalan.
Momen Prabowo Disambut PM India Modi saat Tiba di KTT ke-18 BRICS

Sebagai bentuk transparansi akademis, laporan pemantauan opini publik tersebut turut menyertakan rincian metodologi penelitian yang diterapkan selama proses pengumpulan data. Survei ini melibatkan sampel yang terdiri dari 749 responden. Seluruh responden yang dilibatkan tersebut dipastikan merupakan warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat untuk memiliki hak pilih. Dalam praktiknya, pengumpulan data dilakukan melalui dua pendekatan komunikasi yang berbeda demi menjangkau demografi yang tepat.
Pendekatan pertama yang mendominasi proses wawancara adalah melalui jalur sambungan telepon, yang mencakup porsi sebanyak 83,8 persen dari total keseluruhan responden. Sementara itu, pendekatan kedua dilakukan melalui metode wawancara secara tatap muka langsung yang mencakup sisa porsi sebanyak 16,2 persen. Selain rincian metode wawancara, pihak lembaga riset SMRC juga mengonfirmasi bahwa hasil survei opini publik ini memiliki batas toleransi kesalahan atau margin of error yang diperkirakan berada di angka kurang lebih 3,7 persen.






