Perkembangan teknologi robotika terus menghadirkan inovasi unik yang dirancang untuk mempermudah aktivitas dokumentasi manusia secara mandiri. Salah satu inovasi terbaru datang dari Mondo Robotics yang secara resmi memperkenalkan Beni, sebuah robot kamera otonom. Robot portabel ini diperkenalkan melalui platform pendanaan Kickstarter dan dirancang khusus untuk mengikuti penggunanya di berbagai medan guna mengambil gambar tanpa campur tangan manusia. Sebelum peluncuran resminya, perusahaan telah memamerkan serangkaian uji coba yang membuktikan ketangguhan robot ini dalam merekam aktivitas pengguna secara mandiri.
Dibuat di bawah arahan Shuo Yang, Chief Technology Officer Mondo Robotics sekaligus mantan pengembang robot humanoid Optimus di Tesla, Beni membawa spesifikasi teknis yang menarik. Robot ini menggunakan sistem penggerak roda yang lincah dan dibekali dengan teknologi pelacakan otomatis serta kemampuan menghindari rintangan di jalurnya. Hal ini memungkinkan Beni untuk mengambil rekaman video dari berbagai sudut secara dinamis. Salah satu keunggulan utama dari robot kecil ini adalah kemampuannya melompat hingga ketinggian 25 sentimeter untuk melewati hambatan. Selain itu, Beni dilengkapi sistem pemulihan otomatis yang memungkinkannya kembali ke posisi semula secara mandiri jika terjatuh saat beroperasi.
Dari segi performa di lapangan, Beni diklaim mampu mengimbangi aktivitas berintensitas tinggi, seperti olahraga ekstrem skateboard, berkat kecepatan maksimalnya yang mencapai 29 kilometer per jam. Karena ukurannya yang ringkas, sudut pengambilan gambar yang dihasilkan oleh kamera robot ini cenderung berada dekat dengan permukaan tanah atau menghasilkan sudut pandang rendah. Mondo Robotics memandang inovasi ini sebagai solusi praktis bagi para kreator konten. Pihak perusahaan menyatakan bahwa penggunaan tripod atau meminta bantuan orang lain sering kali menjadi kendala saat ingin mengabadikan momen, yang menyebabkan beberapa momen paling menginspirasi dan mengharukan tidak terekam dengan baik.
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Proses dan Substansi Revisi UU HAM

Lebih dari sekadar alat perekam, robot ini juga dirancang sebagai pendamping yang interaktif. Beni memiliki tampilan wajah digital dengan mata yang dapat berubah warna, menampilkan animasi ekspresi, serta menyediakan fitur permainan sederhana. Pengguna juga dapat mempersonalisasi penampilan fisik Beni dengan berbagai aksesori tambahan, seperti telinga berwarna-warni dan topi baseball mini. Shuo Yang menekankan pentingnya interaksi antara manusia dan robot. Ia menyatakan bahwa ketika robot bisa berada tepat di samping pengguna di taman atau saat jalan-jalan keluarga, robotika menjadi sesuatu yang personal dan memungkinkan pengguna untuk hadir sepenuhnya di momen-momen penting.
Untuk pengoperasian, pengguna dapat mengendalikan Beni melalui aplikasi pendamping di ponsel pintar atau menggunakan pengontrol gerak berbentuk jam tangan yang dilengkapi dengan joystick. Aplikasi pendamping tersebut juga memiliki fitur penyuntingan otomatis yang dapat langsung mengolah rekaman video menjadi klip pendek yang siap diunggah ke media sosial. Saat ini, prototipe Beni dilaporkan telah diuji oleh 30 pengguna dalam berbagai skenario dunia nyata untuk memastikan kesiapannya. Mondo Robotics menawarkan Beni dengan harga promosi awal sebesar US$499 selama masa kampanye Kickstarter, sementara harga ritel normalnya nanti akan dibanderol sebesar US$799. Pengiriman unit pertama kepada para pendukung ditargetkan akan dimulai pada bulan Oktober mendatang.
Ekspansi ke Asia-Pasifik dan Eropa, Vietjet Perkuat Kapabilitas MRO dan Operasional Digital

Kehadiran Beni menambah daftar panjang perkembangan teknologi robotika global yang semakin dinamis. Di Indonesia, antusiasme terhadap teknologi robot terus meningkat, terlihat dari penyelenggaraan APC 2026 di Jakarta oleh AGIBOT dan Denka Pratama Indonesia yang memperkenalkan robot humanoid serta model sewa untuk transformasi industri nasional. Dalam ajang tersebut, sebuah robot humanoid yang mampu melakukan gerakan ikonis ala Michael Jackson turut dihadirkan. Kontribusi ilmuwan asal Indonesia di kancah global juga tercatat lewat Prof. Pitoyo Peter Hartono dari Chukyo University Jepang, yang berkontribusi pada teknologi robot Gundam Yokohama. Di sisi lain, riset robotika kognitif terus berkembang, seperti penelitian Theodore Tinker bersama Prof. Jun Tani dari Cognitive Neurorobotics Research Unit di OIST yang mengembangkan robot virtual untuk meniru cara belajar anak-anak. Sementara itu, pada tahun 2025, Unitree mencatatkan diri sebagai produsen robot humanoid dengan volume pengiriman terbesar di dunia setelah mengirimkan lebih dari 5.500 unit dalam satu tahun.






