Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sikap optimistisnya terhadap aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia yang diproyeksikan akan tetap tangguh dan resilien hingga akhir tahun 2026. Keyakinan dari pihak regulator ini tetap muncul di tengah situasi perekonomian global yang masih dipenuhi dengan tantangan. Menurut penjelasan resmi, minat dari berbagai korporasi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan utama masih tergolong sangat kuat, meskipun kondisi pasar global saat ini terus dihadapkan pada berbagai macam tekanan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. Beliau menjelaskan bahwa ketangguhan pasar modal domestik ini tercermin dari antusiasme korporasi yang tetap berupaya mencari pendanaan melalui instrumen yang tersedia. Untuk tahun 2026, OJK telah menetapkan target yang cukup signifikan terkait penghimpunan dana. Regulator menetapkan target penghimpunan dana di pasar modal secara keseluruhan dapat mencapai angka Rp250 triliun, atau setara dengan sekitar 13,88 miliar dolar AS.








