Kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) yang terletak di Pelabuhan Benoa, Bali, kini resmi mengoperasikan dua dermaga atau dock pertamanya di bawah naungan Bali Gapura Marina. Pengoperasian fasilitas sandar terbaru ini secara langsung memberikan tambahan kapasitas layanan yang mampu menampung hingga 75 yacht. Kehadiran dua dermaga perdana ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda besar pengembangan infrastruktur wisata maritim di wilayah Indonesia, yang dirancang untuk menarik lebih banyak kunjungan kapal pesiar internasional maupun domestik ke Pulau Dewata.
Proyek strategis marina ini merupakan hasil pengembangan bersama yang melibatkan PT Pelindo Sinergi Lokaseva dan PT Marina Development Indonesia. Dalam rencana induk pengembangannya, kawasan marina tersebut diproyeksikan akan memiliki total lima dermaga. Proses pembangunan seluruh fasilitas ini ditargetkan dapat selesai secara menyeluruh pada tahun 2027 mendatang. Apabila seluruh dermaga telah beroperasi penuh, kapasitas layanan marina akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni mencapai 180 yacht. Angka tersebut sudah termasuk kapasitas untuk menampung kapal-kapal berukuran raksasa atau superyacht yang memiliki panjang hingga mencapai 200 kaki.
Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menjelaskan bahwa fokus utama dari pengembangan marina di Pelabuhan Benoa ini mencakup beberapa aspek penting. Aspek-aspek tersebut meliputi penyediaan infrastruktur yang modern, peningkatan standar operasional secara berkelanjutan, serta penghadiran berbagai layanan pendukung yang dikhususkan bagi sektor wisata bahari. "Pengembangan Bali Gapura Marina merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan marina tourism hub berkelas dunia yang mengedepankan kualitas layanan, keberlanjutan, serta pemanfaatan teknologi modern," tegas Faruq melalui sebuah keterangan tertulis yang diterbitkan pada Senin (27/7/2026).
Membaca Alasan Dipecatnya Purbaya dan Arah Kebijakan Fiskal di Bawah Kepemimpinan Suahasil

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Direktur PT Marina Development Indonesia, Ulf Backlund, turut memberikan pandangannya mengenai arah pembangunan proyek ini. Ia menekankan bahwa pengembangan kawasan marina tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik berupa tempat bersandar bagi kapal-kapal pesiar. Lebih dari itu, inisiatif bersama ini bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem layanan yang komprehensif. Ekosistem ini dinilai sangat krusial untuk menopang dan mengakselerasi pertumbuhan industri yachting di Indonesia agar fasilitas yang ada semakin memadai.
Sebagai salah satu wujud nyata dari penerapan teknologi modern di kawasan tersebut, pengelola kini mulai mengoperasikan fasilitas layanan mandiri yang dikenal dengan sebutan Captain鈥檚 Self Check-In & Check-Out CIQP. Melalui kehadiran sistem ini, kapten kapal maupun pemilik yacht diberikan kemudahan untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi kedatangan dan keberangkatan secara elektronik, bahkan sebelum kapal mereka benar-benar merapat di dermaga. Pemanfaatan sistem digital ini terbukti mampu memangkas waktu birokrasi, sehingga proses pemeriksaan yang melibatkan pihak Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta Otoritas Pelabuhan menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.592.000 per Gram pada 15 September 2026

Selain mengedepankan efisiensi administrasi, kenyamanan fisik para pengguna juga menjadi prioritas pengelola. Saat ini, setiap dermaga di kawasan marina telah dilengkapi dengan akses pasokan listrik dan ketersediaan air bersih. Tidak hanya itu, kawasan tersebut juga telah diperkuat dengan kehadiran sebuah welcome station. Fasilitas sentral ini mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengunjung dalam satu atap, mulai dari layanan perjalanan, fasilitas concierge, ruang tunggu penyewa atau tenant lounge, layanan CIQP, hingga area yang dikhususkan untuk melayani proses check-in dan check-out penumpang pesawat amfibi (seaplane).
Untuk rencana ke depan, pihak pengelola telah menyiapkan rancangan penambahan berbagai fasilitas pendukung lainnya guna menyempurnakan kawasan Bali Maritime Tourism Hub. Fasilitas yang akan dibangun meliputi yacht club, pusat layanan perawatan yacht, area ritel komersial, serta beragam fasilitas gaya hidup. Menurut perhitungan Pelindo Sinergi Lokaseva, seluruh pengembangan marina ini diharapkan mampu mendongkrak angka kunjungan yacht dari pasar domestik maupun internasional. Pada akhirnya, peningkatan arus kunjungan tersebut diyakini akan memberikan dampak positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal, khususnya pada sektor pariwisata, logistik maritim, perhotelan, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali.






