Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan telah melancarkan aksi penyerangan dan penembakan di wilayah Papua Pegunungan. Insiden kekerasan bersenjata ini menyasar para pekerja proyek jalan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena. Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, pada hari Minggu (2/8) sekitar pukul 19.30 Waktu Indonesia Timur (WIT). Akibat penyerangan ini, empat orang pekerja proyek dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan resmi, para korban yang menjadi sasaran penembakan merupakan pekerja dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ). Pada saat kejadian, para pekerja tersebut tengah melaksanakan tugas pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kali Kabur. Keempat korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut telah diidentifikasi, masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfonds, serta Barengga. Tiga dari korban tewas adalah pekerja resmi proyek PT SHJ, sedangkan Barengga diketahui merupakan Orang Asli Papua (OAP) yang berstatus sebagai masyarakat setempat.
Selain empat korban jiwa, terdapat sejumlah pekerja proyek lainnya yang berada di lokasi saat penembakan terjadi. Beruntung, para pekerja tersebut berhasil menyelamatkan diri dari serangan kelompok bersenjata. Mereka melarikan diri untuk mencari tempat yang aman dengan menuju ke arah Distrik Kanggime. Setibanya di lokasi yang dirasa aman, para pekerja yang selamat tersebut langsung melaporkan insiden penyerangan kepada pihak manajemen perusahaan. Informasi ini kemudian diteruskan secara cepat oleh pihak perusahaan kepada aparat keamanan agar tindakan penyelamatan dapat segera dilakukan.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Menerima laporan mengenai insiden penembakan tersebut, aparat keamanan gabungan segera merespons dengan bergerak menuju lokasi kejadian di Distrik Woniki. Pasukan gabungan yang dikerahkan untuk melaksanakan operasi evakuasi terdiri atas Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, anggota Koramil Ilu, dan personel Polsek Ilu. Tim gabungan ini bertugas untuk mengamankan area sekaligus mengevakuasi seluruh korban dari tempat kejadian perkara.
Operasi penyelamatan dan evakuasi yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri dilaporkan berjalan dengan lancar. Seluruh korban meninggal dunia maupun para pekerja proyek yang berhasil selamat telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Pihak berwenang juga memastikan bahwa dalam pelaksanaan operasi evakuasi tersebut, tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dari unsur aparat keamanan yang bertugas di lapangan.
Setelah proses evakuasi rampung, jenazah para korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Tiga jenazah korban penembakan saat ini disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia yang berlokasi di Kabupaten Puncak Jaya. Sementara itu, satu jenazah korban lainnya dibawa dan disemayamkan di RSUD Tolikara.
12 Bekantan Mati Gosong Akibat Kebakaran Hutan di Kalimantan Selatan

Terkait dengan pelaku penyerangan, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memberikan konfirmasi resmi pada hari Senin (3/8). Berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang telah dilakukan oleh aparat gabungan TNI-Polri, aksi penembakan terhadap pekerja proyek jalan tersebut dipastikan dilakukan oleh kelompok OPM. Penyerangan ini secara spesifik didalangi oleh OPM di bawah pimpinan Botak Wanimbo yang bergerak bersama dengan kelompok Teranus Enumbi.
Menanggapi insiden ini, pihak Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan kecaman keras terhadap aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok OPM. Tindakan yang merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja ini dinilai sangat merugikan. Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat secara umum, tetapi juga secara langsung menghambat upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah Papua.






