Mandi wajib merupakan tata cara bersuci dalam agama Islam yang juga sering disebut dengan istilah mandi janabah atau ghusl. Pelaksanaan mandi wajib ini dilakukan dengan cara membasuh seluruh bagian tubuh secara menyeluruh menggunakan air yang suci. Proses mandi wajib adalah mandi yang dilakukan secara khusus untuk menghilangkan hadas besar dari dalam diri seseorang. Tujuan utamanya adalah agar orang tersebut dapat kembali dalam keadaan suci. Kondisi yang suci ini sangat diperlukan agar seseorang dapat kembali melaksanakan ibadah-ibadah tertentu dalam ajaran Islam yang memang mensyaratkan kesucian dari hadas besar.
Ibadah-ibadah tertentu yang membutuhkan kondisi suci dari hadas besar tersebut di antaranya meliputi pelaksanaan ibadah salat dan juga ibadah tawaf. Kedudukan mandi wajib menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan keabsahan suatu ibadah yang dikerjakan. Tanpa melaksanakan prosesi mandi wajib terlebih dahulu, ibadah-ibadah seperti sholat dinyatakan tidak sah. Oleh karena itu, menghilangkan hadas besar melalui mandi wajib menggunakan air yang suci merupakan sebuah keharusan sebelum seseorang menunaikan ibadah salat, tawaf, maupun ibadah lain yang mensyaratkan kesucian serupa.
Pelaksanaan mandi wajib ini diwajibkan karena dipicu oleh beberapa sebab tertentu yang membuat seseorang berstatus memiliki hadas besar. Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab utama, di antaranya adalah selesai masa haid atau menstruasi serta selesai masa nifas. Selain faktor-faktor tersebut, mandi wajib juga diwajibkan karena sebab-sebab lain yaitu keluarnya mani dan aktivitas hubungan suami istri. Berbagai sebab tersebut mengharuskan individu yang bersangkutan untuk segera menyucikan diri mereka kembali melalui rangkaian tata cara mandi wajib agar ibadah yang dilakukan menjadi sah.
Motif Pengeroyokan Pedagang Cermin di Pejompongan Terungkap, 3 Tersangka Ditangkap

Secara khusus, mandi wajib setelah haid dilakukan oleh wanita untuk mensucikan diri dari hadas besar akibat haid tersebut. Hal ini bertujuan agar mereka dapat kembali suci dan bisa beribadah kembali. Dalam proses pelaksanaannya, langkah penting yang harus dilakukan adalah membaca niat mandi wajib. Adapun niat mandi wajib setelah haid dalam bahasa Arab ditransliterasikan sebagai "Nawaitul ghusla liraf鈥榠l hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta鈥榓alaa." Terjemahan dari bacaan niat tersebut adalah "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah Ta'ala."
Setelah niat tersebut diucapkan, pelaksanaan mandi wajib dilanjutkan dengan tata cara membersihkan fisik. Selama prosedur mandi wajib berlangsung, kedua tangan harus dibasuh terlebih dahulu sebelum seseorang mulai membersihkan bagian-bagian tubuh lainnya. Pembasuhan kedua tangan ini dilakukan pada tahap awal. Selain membasuh tangan, terdapat pula pandangan terkait pelaksanaan wudu yang menyertai mandi wajib. Menurut sebagian pendapat, wudu dapat dilakukan di awal proses pembersihan, atau bisa juga dilakukan setelah seluruh rangkaian mandi wajib selesai dilaksanakan secara penuh.
Imigrasi Tangerang Ungkap Jaringan Judi Online Internasional, 5 WNA Ditangkap

Tahap selanjutnya dalam tata cara mandi wajib adalah memastikan kebersihan area kepala. Saat melakukan mandi wajib, air harus disiramkan ke atas kepala hingga air tersebut benar-benar mencapai kulit kepala dan membasahi seluruh bagian rambut tanpa terkecuali. Setelah area kepala dan rambut selesai dibasuh, air kemudian harus diguyurkan secara merata ke seluruh tubuh. Dalam tata cara pengguyuran ini, air disiramkan mulai dari sisi kanan tubuh terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan menyiram sisi kiri tubuh menggunakan air yang suci.






