Organisasi sayap Partai Demokrat, Perempuan Demokrat Republik Indonesia atau yang akrab dikenal dengan singkatan PDRI, secara tegas menyuarakan pentingnya keterlibatan kaum hawa dalam ranah politik. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis guna memastikan bahwa perempuan memiliki andil nyata dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Bagi organisasi ini, ranah politik bukanlah sebuah wilayah yang secara eksklusif hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Sebaliknya, panggung politik merupakan sebuah ruang pengabdian luas yang sangat membutuhkan sentuhan serta partisipasi aktif dari para perempuan untuk merumuskan berbagai kebijakan publik. Keterlibatan tersebut dinilai sebagai kunci utama dalam menciptakan proses demokrasi yang lebih sehat dan mewujudkan arah pembangunan nasional yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ajakan untuk terjun langsung ke dunia politik ini diserukan kepada seluruh kalangan perempuan di tanah air, tanpa memandang batasan usia. Kepala Bidang Komunikasi PDRI sekaligus tokoh dari Srikandi Demokrat, Metty Yan Harahap, menekankan bahwa panggilan ini berlaku mulai dari generasi muda hingga kalangan senior. Melalui keterangan tertulis yang diterbitkan pada hari Senin (27/7), ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memandang urusan politik sebagai suatu hal yang jauh dari kehidupan sehari-hari ataupun menganggapnya sebagai sesuatu yang tabu. Pemahaman politik yang baik justru sangat diperlukan agar perempuan dapat mengambil peran dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.








