Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumpulkan seluruh jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Negara, Jakarta. Langkah pengumpulan para petinggi sektor keuangan ini diambil menyusul dinamika terbaru yang terjadi di pucuk pimpinan otoritas moneter Indonesia. Pertemuan penting yang berlangsung pada hari Senin sore, 27 Juli 2026, tersebut diselenggarakan tepat setelah proses mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia. Kursi pimpinan tertinggi bank sentral saat ini telah diamanatkan kepada Destry Damayanti yang bertugas dan memegang kendali penuh sebagai Pejabat Sementara.
Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti terpantau tiba di kompleks Istana Negara pada pukul 16.20 WIB. Saat berjalan memenuhi panggilan kepala negara tersebut, ia tampak datang tidak sendirian, melainkan didampingi oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono. Kehadirannya di pusat pemerintahan ini menjadi salah satu agenda resmi pertamanya usai secara sah ditetapkan sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia. Keputusan mengenai penunjukan Destry untuk mengisi posisi tersebut sebelumnya telah dibahas dan disahkan melalui mekanisme Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Juli 2026.
Proses transisi kepemimpinan di tubuh Bank Indonesia ini bermula setelah Perry Warjiyo secara resmi meletakkan jabatannya pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang mengemuka, keputusan pengunduran diri tersebut telah ditegaskan dan disampaikan oleh Perry melalui sebuah surat resmi yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Ketika dikonfirmasi dan ditanya oleh barisan awak media mengenai maksud kedatangannya ke Istana Negara pada hari Senin tersebut, Destry Damayanti secara singkat memberikan penjelasan bahwa dirinya hadir semata-mata untuk memenuhi undangan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh pihak Istana.
Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Adanya perubahan mendadak di posisi Gubernur Bank Indonesia tentu memicu rentetan pertanyaan dari para wartawan, terutama mengenai antisipasi otoritas terhadap potensi reaksi pasar keuangan. Menjawab pertanyaan terkait hal tersebut, Destry Damayanti memastikan bahwa otoritas moneter akan terus menjalankan fungsinya dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. Ia juga memberikan penegasan secara lugas bahwa stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap dipertahankan dan menjadi prioritas utama bank sentral, meskipun institusi tersebut saat ini sedang berada dalam masa transisi kepemimpinan pasca mundurnya Perry Warjiyo.
Terkait dengan upaya konkret dalam pengendalian nilai tukar rupiah, Destry Damayanti turut merespons pertanyaan wartawan mengenai kelanjutan langkah intervensi oleh Bank Indonesia di pasar keuangan. Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia itu mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak akan mengubah arah dan akan terus melanjutkan langkah-langkah penanganan yang sama persis seperti yang telah dilakukan pada masa-masa sebelumnya. Pernyataan ini secara langsung menegaskan bahwa tidak ada perubahan operasional maupun kebijakan institusinya dalam mengawal pergerakan rupiah di tengah situasi saat ini.
Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih ke Level 6.506

Rapat koordinasi tingkat tinggi yang digelar oleh Presiden Prabowo Subianto ini rupanya tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari Bank Indonesia. Pimpinan dari berbagai otoritas lain yang tergabung dalam keanggotaan Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga terpantau merapat ke Istana Negara. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, terlihat tiba di lokasi pertemuan lebih awal, yakni pada pukul 15.30 WIB. Sosok pimpinan Otoritas Jasa Keuangan yang kerap disapa Kiki tersebut menyatakan kepada wartawan bahwa kehadirannya bertujuan semata-mata untuk mengikuti rapat koordinasi yang secara khusus membahas situasi terkini.
Setelah kehadiran Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Anggito Abimanyu, juga terlihat menyusul hadir di lokasi pertemuan di Istana Negara. Formasi rapat koordinasi ini dikabarkan semakin lengkap dengan turut sertanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Berkumpulnya para pimpinan puncak dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Kementerian Keuangan ini mempertegas langkah Presiden Prabowo Subianto yang langsung mengumpulkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan pasca diterimanya surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia.






