Pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Provinsi DKI Jakarta oleh pemerintah pusat yang mencapai hampir Rp15 triliun memberikan tantangan besar bagi penyusunan anggaran daerah. Di tengah situasi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki posisi yang menguntungkan. Hidayat menyebut Pramono Anung mempunyai semacam "jalur tol" atau saluran komunikasi politik yang cepat melalui DPR RI








