Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Politik

Pemerintah Klarifikasi Pidato Londo Ireng Usai Gelombang Protes Jurnalis

Uria KilaDiterbitkan 28 Jul 2026 - 02.28 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Klarifikasi Pidato Londo Ireng Usai Gelombang Protes Jurnalis
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kementerian Komunikasi dan Digital akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait polemik penggunaan istilah 'Londo Ireng' oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui siaran pers pada Senin, 27 Juli, pemerintah meminta masyarakat luas untuk mencermati pernyataan kepala negara secara menyeluruh. Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menekankan bahwa publik sebaiknya tidak terjebak dalam perdebatan istilah semata. Menurutnya, perdebatan semacam itu berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari substansi persoalan yang sedang dihadapi bangsa. Langkah klarifikasi ini diambil setelah munculnya gelombang protes dari lembaga swadaya masyarakat dan jurnalis yang merasa tersudutkan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam penjelasannya, Fifi yang juga merupakan mantan jurnalis televisi menggarisbawahi bahwa ucapan Presiden Prabowo murni merupakan sebuah kiasan politik. Istilah tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menyudutkan profesi tertentu, media massa, maupun kelompok masyarakat mana pun. Ia menerangkan bahwa pesan utama dari kepala negara adalah ajakan agar bangsa Indonesia selalu waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja menyusun narasi pesimisme. Pemerintah menilai ada upaya sistematis untuk merangkai cerita seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak mengalami kemajuan. Oleh karena itu, Fifi membedakan secara tegas antara kritik yang memang diperlukan dengan upaya membangun pesimisme secara terstruktur.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, dan peran seluruh elemen bangsa dalam sistem demokrasi. Fifi menyatakan bahwa Presiden justru memandang kritik sebagai masukan penting untuk diungkap. Ia mencontohkan pemberitaan mengenai sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sebagai temuan lapangan yang berharga, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui langkah-langkah perbaikan nyata. Meskipun ruang demokrasi dipastikan tetap terbuka, pemerintah mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang publik agar tidak didominasi oleh narasi yang mengabaikan upaya penyelesaian masalah. Fokus pemerintah saat ini adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Baca Juga

Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi

Kemarau Buat Air Bendungan Karian Surut, Bekas Permukiman Warga di Lebak Muncul Lagi

Polemik ini bermula dari pidato Presiden Prabowo Subianto dalam acara peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta Convention Center pada Kamis, 23 Juli. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebutkan bahwa sosok 'Londo Ireng' masih eksis hingga saat ini dan mengaitkannya dengan pihak-pihak yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa asing. Pidato tersebut juga menyinggung wartawan, pengamat, serta lembaga swadaya masyarakat yang dianggap terus menyebarkan narasi negatif mengenai kondisi Indonesia. Pernyataan inilah yang memicu kritik tajam di media sosial sebelum berujung pada aksi protes di lapangan.

Menanggapi pidato tersebut, enam kelompok jurnalis mengeluarkan pernyataan sikap bersama pada 25 Juli 2026. Konsorsium ini terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara, Koalisi Media Alternatif, Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia, Pewarta Foto Indonesia, dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara. Mereka secara tegas mengecam penggunaan istilah tersebut. Koalisi ini menilai bahwa pelabelan itu sangat merendahkan, mengecilkan, dan mendelegitimasi kerja jurnalistik. Mereka mengingatkan bahwa dalam konteks sejarah, sebutan itu adalah kata peyoratif bagi orang Indonesia yang berpihak pada pemerintah kolonial Belanda atau mengkhianati bangsanya sendiri.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Satgas dan Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman El Ni帽o dan Karhutla

Pemerintah Siapkan Satgas dan Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman El Ni帽o dan Karhutla

Puncak dari rentetan penolakan tersebut terjadi pada Senin, 27 Juli, bertepatan dengan keluarnya klarifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Aliansi jurnalis di sejumlah kota di Indonesia secara serentak menggelar aksi turun ke jalan. Demonstrasi ini merupakan bentuk protes langsung terhadap pernyataan kepala negara yang memantik kontroversi tersebut. Aksi di berbagai daerah ini mempertegas sikap para pekerja media yang menuntut iklim kebebasan berekspresi tanpa adanya pelabelan negatif terhadap pihak-pihak yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoLondo IrengKomdigiKebebasan PersJurnalis

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap