Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pemprov NTT Kembangkan Lima Klaster Budidaya Rumput Laut untuk Perkuat Ekonomi Pesisir

Togar SiregarDiterbitkan 7 Agu 2026 - 23.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemprov NTT Kembangkan Lima Klaster Budidaya Rumput Laut untuk Perkuat Ekonomi Pesisir
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Kawasan pesisir Nusa Tenggara Timur kini tengah diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penataan sektor kelautan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengambil langkah strategis dengan mengembangkan lima klaster budidaya rumput laut. Langkah ini dirancang untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi penuh dari hulu hingga ke hilir, guna memaksimalkan potensi komoditas yang selama ini menjadi penopang hidup masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Upaya integrasi ini dipicu oleh berbagai kendala klasik yang selama ini menghambat produktivitas para petani rumput laut di NTT. Pada sektor hulu, para pembudidaya kerap dihadapkan pada masalah kelangkaan bibit unggul yang berkelanjutan. Selain itu, ancaman serangan penyakit ice-ice serta penurunan kualitas air laut akibat dampak perubahan iklim global turut memperburuk kondisi di lapangan. Kompleksitas masalah ini kian bertambah karena minimnya penerapan teknologi modern dan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), serta pemanfaatan lahan budidaya yang belum maksimal.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Hambatan tidak hanya terjadi di laut, melainkan juga berlanjut hingga ke rantai pemasaran di sektor hilir. Saat ini, sebagian besar hasil panen rumput laut dari NTT masih dijual dalam bentuk kering sebagai bahan baku mentah. Akibatnya, nilai tambah ekonomi yang tinggi justru lebih banyak dinikmati oleh daerah lain yang memiliki fasilitas industri pengolahan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan infrastruktur logistik, minimnya akses pembiayaan bagi pembudidaya, serta belum standarnya mutu produk dan sertifikasi yang dipersyaratkan untuk menembus pasar ekspor.

Baca Juga

Dokter di NTT Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS Terkait Ruang Jenazah

Dokter di NTT Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS Terkait Ruang Jenazah

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, lima klaster budidaya yang disiapkan oleh pemerintah daerah dirancang secara komprehensif. Pembagian klaster ini mencakup penyediaan bibit unggul, pembangunan kebun bibit, penguatan kapasitas para pembudidaya, hingga pengembangan industri pengolahan di tingkat lokal. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Stefania Tunga Boro, menjelaskan bahwa pengembangan komoditas ini diarahkan agar sejalan dengan prinsip ekonomi biru (blue economy). Dengan demikian, target peningkatan produksi tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di NTT.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT tidak bekerja sendiri. Instansi ini bersinergi dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta berbagai mitra terkait. Melalui peran aktif para penyuluh perikanan, pendampingan intensif diberikan langsung kepada para pembudidaya di lapangan. Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan budidaya berdasarkan prinsip CBIB, mulai dari penentuan lokasi yang sesuai dengan daya dukung lingkungan, penggunaan bibit berkualitas, pengaturan jarak tanam yang tepat, pemeliharaan yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah, hingga teknik panen serta penanganan pascapanen.

Baca Juga

Kejagung Periksa Don Ritto dan Delapan Saksi Swasta Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Kejagung Periksa Don Ritto dan Delapan Saksi Swasta Terkait Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Guna menjamin keberlanjutan program ini di masa depan, kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat. Pemerintah daerah menggandeng perguruan tinggi, lembaga penelitian, pelaku usaha, serta kalangan investor. Kemitraan lintas sektor ini ditargetkan mampu menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan secara ekonomi maupun lingkungan. Melalui ekosistem yang terintegrasi ini, NTT diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, melainkan mampu menjadi pusat industri rumput laut yang mandiri.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi pesisirNusa Tenggara TimurRumput LautPemprov NTTKelautan dan Perikanan

Berita Terbaru Lainnya

Dokter di NTT Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS Terkait Ruang JenazahKejagung Periksa Don Ritto dan Delapan Saksi Swasta Terkait Kasus TPPU Febrie AdriansyahTim 9 Kejagung Agendakan Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Rutan KPK Hari IniSengketa Yayasan di Balik Temuan Senjata di Sekolah Swasta Pondok PinangMantan Ketua DPRD Ponorogo Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Tunjangan PerumahanKejaksaan Agung Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Terkait Kasus TPPUKuota Hari Pertama Ludes, Pendaftar Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Tembus 128.331 OrangPesan Terakhir Tersangka Mutilasi di Depok, Pamit Wawancara Kerja hingga Minta Maaf ke Bos

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap