Berita Viral Terkini

Pencarian Korban KM Nurul Salsa di Laut Selayar Resmi Dihentikan

Bambang HandayaniPublished 26 Jul 2026 - 04.100 Reads
Bagikan WhatsAppX
Pencarian Korban KM Nurul Salsa di Laut Selayar Resmi Dihentikan
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Perjuangan tak kenal lelah yang melintasi lautan selama sepuluh hari penuh di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akhirnya menemui babak akhir. Petugas gabungan secara resmi menutup operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap musibah tenggelamnya kapal KM Nurul Salsa. Keputusan penghentian pencarian ini diambil setelah seluruh titik koordinat yang dipetakan menjadi area sapuan penyisiran telah diperiksa secara menyeluruh oleh tim di lapangan, tanpa menemukan tanda-tanda atau indikasi keberadaan korban tambahan.

Penutupan musyawarah dan penentuan nasib korban dilakukan setelah melalui proses pencocokan data ketat. Berdasarkan hasil validasi bersama yang melibatkan Badan SAR Nasional (Basarnas), pemerintah daerah setempat, jajaran kepolisian, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), jumlah pasti penumpang di atas kapal atau person on board (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari total manifes tersebut, sebanyak 58 penumpang berhasil diselamatkan dari ganasnya perairan, sedangkan empat korban lainnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Angka tersebut meninggalkan 14 orang penumpang yang hingga hari kesepuluh belum berhasil ditemukan dan kini resmi berstatus dalam pencarian.

Also Read

KPK Mulai Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Langkah untuk mengakhiri pergerakan armada pencari ini bukanlah sebuah keputusan tunggal. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa penutupan operasi merupakan buah kesepakatan mufakat dari seluruh pemangku kepentingan. Evaluasi akhir dilaksanakan melalui briefing menyeluruh di posko SAR gabungan yang dihadiri langsung oleh jajaran Tim SAR, pejabat pemerintah daerah, hingga perwakilan keluarga para korban yang menantikan kepastian nasib sanak saudara mereka.

Sebelum operasi ditutup secara formal pada Jumat (24/7), tim SAR gabungan sempat mengerahkan strategi pencarian pamungkas dengan membagi armada ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 mengemban tugas menyisir wilayah bagian barat Kepulauan Sabalana, termasuk mendatangi pulau-pulau kosong tak berpenghuni sesuai dengan panduan peta operasi. Unit ini mengandalkan ketangguhan kapal utama KN SAR Kamajaya yang didampingi oleh Rigid Inflatable Boat (RIB). Sementara itu, SRU 2 bertugas menyapu perairan di sebelah timur Kepulauan Sabalana dengan memanfaatkan kapal milik Badan Pemerintah Desa Sabalana serta armada perahu nelayan setempat.

Also Read

MUI Tegaskan Penolakan Terhadap LGBTQ dalam Kongres Umat Islam Indonesia

Kendati tugas lapangan di laut telah selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing untuk siaga menghadapi potensi bencana lainnya, pintu penanganan belum sepenuhnya tertutup rapat. Basarnas memastikan akan selalu bersiap dan responsif jika kelak diterima informasi baru atau ditemukannya petunjuk yang mengarah pada 14 korban yang belum teridentifikasi keberadaannya. Lembaga pertolongan tersebut berjanji siap menindaklanjuti setiap laporan susulan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di Indonesia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca