Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbudristek secara resmi membuka pendaftaran program Beasiswa Unggulan tahun 2026. Program bantuan pembiayaan pendidikan ini diselenggarakan dan ditujukan bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi yang lebih lanjut. Melalui program Beasiswa Unggulan tersebut, calon mahasiswa maupun mahasiswa dapat memilih jenjang studi sarjana (S1), magister (S2), hingga jenjang doktor (S3) untuk mendukung pengembangan potensi akademik mereka.
Jadwal pelaksanaan pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat. Periode pendaftaran resmi dibuka mulai tanggal 20 Agustus 2026 hingga tanggal 24 Agustus 2026. Mengingat batas waktu pendaftaran yang singkat tersebut, para calon pendaftar diimbau untuk segera melengkapi berkas administrasi. Seluruh proses pendaftaran dan penyerahan data dilakukan secara daring melalui laman resmi yang disediakan oleh pihak kementerian di tautan https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/.
Bagi peserta yang berhasil lolos seleksi Beasiswa Unggulan, program bantuan ini memberikan cakupan pendanaan pendidikan yang menyeluruh. Komponen pembiayaan yang ditanggung bagi penerima beasiswa meliputi biaya pendidikan, biaya hidup selama menempuh masa studi, serta alokasi biaya buku. Skema bantuan tersebut disiapkan guna menunjang kelancaran studi para penerima beasiswa di seluruh jenjang S1, S2, maupun S3 yang sedang ditempuh.
Skema Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri SNPMB Terbaru Melalui Jalur UTBK-SNBT 2025

Selain program Beasiswa Unggulan dari kementerian, peluang pembiayaan pendidikan tinggi lainnya juga dibuka melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP. LPDP resmi membuka pendaftaran beasiswa tahap II tahun 2026 pada tanggal 30 Juni 2026 sampai dengan 31 Juli 2026. Pada periode tahap II ini, LPDP menyediakan dua program utama, yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE yang mencakup bidang Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, dan Economics. LPDP juga membuka kembali program Beasiswa Akselerasi pada Universitas Unggulan, program kerja sama khusus Beasiswa Keolahragaan, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research.
Mengenai alokasi bidang studi, Direktur Utama LPDP Yon Arsal menyampaikan bahwa sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa tahap II difokuskan pada bidang STEM dan bidang yang terkait dengan industri strategis. Sementara itu, maksimal 20 persen dialokasikan bagi bidang SHARE demi mendukung pembangunan manusia yang utuh dan berkelanjutan. Peningkatan alokasi STEM LPDP tercatat terus bergerak dari 66 sampai 69 persen pada 2025 menjadi 74 persen pada 2026, dengan target mencapai minimal 80 persen untuk bidang STEM dan bidang terkait STEM. Sejalan dengan fokus tersebut, daftar Universitas Unggulan bertambah dari 17 menjadi 31 universitas, yang terdiri atas 17 universitas untuk semua program studi dan 14 universitas tambahan khusus program studi STEM.
3 Klaster Kasus Rektor Unsoed, Ada yang Bayar Rp 650 Juta Masuk FK, tapi Ketolak

Penyelenggaraan beasiswa LPDP Tahap II 2026 juga menetapkan ketentuan berkas dan bahasa. Pendaftar kriteria afirmasi tujuan dalam negeri tetap tidak dipersyaratkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Bagi kelompok afirmasi Putra-Putri Papua, LPDP tetap tidak mempersyaratkan IPK minimal maupun kemampuan bahasa Inggris, baik untuk kampus tujuan dalam negeri maupun luar negeri. Sementara itu, bagi pendaftar non-afirmasi tujuan luar negeri yang belum memiliki unconditional LoA, pihak LPDP kini menambahkan Duolingo sebagai salah satu opsi sertifikat bahasa Inggris.






