Para petani yang berada di wilayah Cirebon pada saat ini mulai menerapkan sebuah sistem baru dalam kegiatan pertanian mereka. Sistem yang mulai diimplementasikan di kawasan tersebut dikenal dengan nama Pertanian Modern-Advanced Agricultural System, atau yang disingkat dengan sebutan PM-AAS. Penerapan sistem teknologi pertanian modern ini dilakukan secara langsung di area persawahan yang berlokasi di wilayah Susukan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan pelaksanaannya di lapangan, para petani setempat terlihat mulai menebar benih padi dengan menggunakan panduan dari sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System tersebut. Langkah penebaran benih padi ini menjadi penanda dimulainya pembaruan metode tanam yang diterapkan secara nyata di kawasan persawahan Susukan.
Metode penanaman yang diterapkan melalui sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini secara resmi diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian. Dalam sistem budidaya ini, Kementerian Pertanian memperkenalkan sebuah metode tanam benih langsung yang diaplikasikan di area persawahan. Metode tanam benih langsung ini secara khusus dirancang dengan menerapkan pola barisan yang sangat rapat. Selain menerapkan pola barisan yang rapat, sistem PM-AAS ini juga menggunakan pengaturan barisan yang teratur di sepanjang area persawahan tempat benih padi tersebut ditebar. Kementerian Pertanian memperkenalkan pola barisan rapat dan teratur ini sebagai bagian dari metode tanam benih langsung guna memaksimalkan penanaman padi di wilayah Kabupaten Cirebon.
Penyaluran KUR Tembus Rp 219,62 Triliun, Diterima 3,41 Juta Debitur

Penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di area persawahan Kabupaten Cirebon ini memiliki sejumlah target utama yang ingin dicapai. Inovasi budidaya penanaman padi tersebut secara khusus dirancang untuk mendukung efisiensi tanam bagi para petani yang menggarap lahan di wilayah Jawa Barat tersebut. Dengan adanya efisiensi dalam proses penanaman melalui metode tanam benih langsung yang berpola barisan rapat dan teratur, metode ini ditargetkan mampu meningkatkan hasil panen padi. Kementerian Pertanian memperkenalkan pendekatan modern ini guna memastikan bahwa proses penanaman padi dapat berjalan dengan tingkat efisiensi tanam yang tinggi, yang pada gilirannya berdampak pada upaya meningkatkan produktivitas padi secara keseluruhan.
Lebih jauh lagi, inovasi budidaya melalui sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini tidak hanya ditargetkan untuk sekadar meningkatkan hasil panen padi secara umum, tetapi juga memiliki sasaran angka produksi yang sangat spesifik. Melalui dukungan terhadap efisiensi tanam serta penggunaan metode barisan rapat dan teratur, sistem ini dirancang untuk mendorong hasil panen padi hingga mencapai angka 10 ton per hektare. Target produksi sebesar 10 ton per hektare ini menjadi sasaran utama dari penerapan sistem sebar benih langsung yang saat ini dilakukan oleh para petani di area persawahan Susukan. Peningkatan hasil panen hingga 10 ton per hektare ini ditargetkan dapat dicapai melalui penerapan inovasi budidaya tersebut.
Menengok Mall Rongsok Depok, Surga Barang Bekas dan Benda Jadul

Teknologi tanam modern yang mulai diimplementasikan secara langsung oleh para petani di Kabupaten Cirebon ini merupakan bagian dari langkah yang lebih luas. Upaya penerapan sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Susukan ini menjadi bagian dari inisiatif Kementerian Pertanian. Melalui pengenalan metode tanam benih langsung dengan pola barisan rapat dan teratur, Kementerian Pertanian berupaya untuk meningkatkan produktivitas nasional di sektor pertanian. Selain itu, pemanfaatan teknologi tanam modern itu juga menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan target hasil panen hingga 10 ton per hektare, penerapan sistem ini di Jawa Barat diharapkan terus berkontribusi pada produktivitas dan ketahanan pangan nasional.






