Berita Viral Terkini

Perempuan di Bandung Pilih Dikawal Tiga Ojol karena Takut Begal saat Pulang Malam

Ding Anyi ApuiPublished 25 Jul 2026 - 08.401 Reads
Bagikan WhatsAppX
Perempuan di Bandung Pilih Dikawal Tiga Ojol karena Takut Begal saat Pulang Malam
Ilustrasi Sosial. Foto: Kumparan.
A-A+

Jalanan Kota Bandung yang sepi di dini hari sering kali menyimpan kecemasan tersendiri bagi para pekerja malam, khususnya kaum perempuan. Menghadapi bayang-bayang aksi kriminalitas jalanan seperti begal yang marak terjadi, Hana Claudia (21) memilih langkah yang tidak biasa demi memastikan dirinya tiba di rumah dengan selamat. Alih-alih nekat berkendara sendirian atau menunggu patroli aparat, ia memutuskan untuk menyewa jasa pengawalan instan yang cukup unik, yaitu dengan memesan tiga pengemudi ojek online sekaligus untuk mengawalnya pulang.

Peristiwa yang kemudian viral di media sosial ini terjadi pada hari Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Hana baru saja menyelesaikan penampilannya mengisi sebuah acara di kawasan Gudang Selatan dan harus kembali ke kediamannya di daerah Pajajaran. Situasi malam itu terasa jauh lebih sepi dari biasanya karena sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia, membuat jalanan protokol Bandung menjadi sangat lengang.

Kekhawatiran Hana semakin memuncak setelah ia menerima pesan dari seorang temannya mengenai aksi pembegalan yang baru saja terjadi di kawasan BKR sekitar pukul 01.58 WIB. Sadar bahwa mengendarai sepeda motor sendirian dalam kondisi jalanan yang sepi dan rawan sangat berbahaya, Hana langsung memutar otak untuk mencari solusi cepat. Ia merasa tidak ingin mengambil risiko keselamatan jiwanya dan memilih untuk mengeluarkan biaya ekstra demi keamanan.

Also Read

Konsumen Apartemen LRT City Tuntut Pengembalian Dana Akibat Pembangunan Mangkrak

Proses pemesanan tiga armada ojek online ini pun sempat diwarnai sedikit kepanikan karena daya baterai ponsel Hana yang sudah hampir habis. Untuk menyiasati kendala tersebut, ia terpaksa menggunakan dua aplikasi transportasi daring yang berbeda secara bersamaan. Hana menggunakan aplikasi InDrive di ponsel pribadinya, sementara untuk pesanan lainnya ia meminjam aplikasi Gojek dari ponsel milik temannya yang masih aktif. Strategi ini berhasil, dan tak lama kemudian tiga pengemudi ojol datang untuk membentuk konvoi pelindung di sekeliling motor Hana sepanjang perjalanan pulang.

Ketika ditanya mengapa ia tidak meminta bantuan pihak kepolisian yang belakangan gencar menawarkan layanan pengawalan bagi warga, Hana mengaku opsi tersebut sama sekali tidak terlintas di benaknya saat itu. Baginya, layanan ojek daring menawarkan kepastian dan kecepatan respons yang jauh lebih tinggi di saat darurat. Kehadiran para pengemudi ojol yang responsif dan mudah diakses melalui aplikasi dinilai menjadi solusi paling taktis untuk mengurai rasa takutnya di tengah malam buta tanpa harus melalui birokrasi yang rumit.

Also Read

Isyana Sarasvati Hangatkan Malam Dingin di Jazz Gunung Bromo 2026

Melalui pengalaman pribadinya ini, Hana menyuarakan harapan besar agar aspek keamanan publik di Kota Bandung dapat lebih ditingkatkan oleh pihak berwenang. Ia menekankan pentingnya perbaikan fasilitas umum seperti penerangan jalan yang memadai serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik rawan kejahatan. Hana juga menitipkan pesan penyemangat bagi sesama perempuan yang terpaksa bekerja hingga larut malam agar tidak perlu merasa takut, asalkan tetap waspada dan cerdas dalam menjaga keselamatan diri selama di perjalanan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca