Berita Viral Terkini

Pertamina Perkuat Sistem Keselamatan demi Menjaga Pasokan Energi Nasional

Bambang HandayaniPublished 25 Jul 2026 - 10.351 Reads
Bagikan WhatsAppX
Pertamina Perkuat Sistem Keselamatan demi Menjaga Pasokan Energi Nasional
Ilustrasi Ekonomi. Foto: Detik - Finance.
A-A+

Menjaga denyut nadi energi di seluruh pelosok negeri bukanlah perkara mudah, terutama bagi perusahaan sebesar PT Pertamina (Persero). Di tengah derasnya arus ekspansi bisnis dan adopsi teknologi yang kian rumit, raksasa energi nasional ini menyadari bahwa pertumbuhan yang agresif wajib diimbangi dengan perisai keselamatan yang kokoh. Komitmen inilah yang melatari penyelenggaraan HSSE Jambore I Tahun 2026 di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang, pada Kamis (23/7). Acara bertema "Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance" tersebut menjadi momentum penting untuk mempertegas kembali filosofi keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengibaratkan korporasi yang dipimpinnya sebagai sebuah sistem raksasa yang menopang ketahanan energi nasional. Dalam pandangannya, target bisnis yang semakin tinggi menuntut fondasi yang jauh lebih tangguh. Fondasi utama tersebut tidak lain adalah Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Simon menegaskan bahwa HSSE tidak boleh sekadar dipahami sebagai formalitas kepatuhan terhadap prosedur di atas kertas. Sebaliknya, hal ini harus diinternalisasi sebagai sistem integral yang menjamin seluruh denyut operasional berjalan secara aman, andal, dan konsisten setiap harinya.

Also Read

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Meskipun kinerja keselamatan kerja Pertamina menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini, Simon mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak cepat berpuas diri. Baginya, dalam dunia HSSE, keberhasilan masa lalu tidak boleh melahirkan kelengahan di masa kini karena potensi risiko selalu mengintai di setiap sudut operasional. Ia menekankan pentingnya memegang teguh prinsip "eling lan waspodo" atau senantiasa ingat dan waspada. Sikap mawas diri inilah yang dinilai mampu menjaga kedisiplinan para pekerja di tengah dinamika lapangan yang sering kali tidak terduga.

Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyoroti pentingnya kepemimpinan yang nyata di lapangan atau visible leadership. Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh hanya duduk di balik meja, melainkan harus hadir langsung di tengah-tengah pekerja untuk berdialog dan memetakan potensi risiko sejak dini. Keselamatan harus diletakkan sebagai nilai utama yang tidak bisa ditawar. Iriawan juga mendorong penguatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan dan sertifikasi, serta memberikan wewenang penuh kepada pengawas untuk berani menghentikan pekerjaan yang dinilai membahayakan keselamatan jiwa.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Melalui ajang HSSE Jambore I 2026, Pertamina Group berupaya menyelaraskan standar keselamatan di seluruh lini bisnisnya. Dengan menyatukan persepsi dan memperkuat kapasitas operasional, perusahaan pelat merah ini optimistis dapat meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga keandalan distribusi energi. Pada akhirnya, kedisiplinan dalam menerapkan prinsip HSSE secara konsisten bukan hanya tentang melindungi aset dan pekerja, melainkan tentang menjaga keberlangsungan pasokan energi yang menjadi hak seluruh rakyat Indonesia.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca