Berita Viral Terkini

PGE Pangkas Waktu Pengembangan Panas Bumi Lewat Proyek Lumut Balai 3

Yolanda TobanPublished 26 Jul 2026 - 12.000 Reads
Bagikan WhatsAppX
PGE Pangkas Waktu Pengembangan Panas Bumi Lewat Proyek Lumut Balai 3
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pembangunan infrastruktur energi terbarukan, khususnya panas bumi, kerap kali dipandang sebagai proyek jangka panjang yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa menghasilkan listrik. Namun, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencoba mendobrak stigma lambat tersebut melalui proyek terbarunya di Sumatra Selatan. Langkah konkret ini ditandai dengan dimulainya pengeboran perdana sumur pengembangan untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Kabupaten Muara Enim.

Proyek teranyar ini bukan sekadar ekspansi kapasitas biasa, melainkan sebuah pembuktian inovasi dari para insinyur muda di internal perusahaan. Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, mengungkapkan bahwa keberhasilan mengoperasikan Unit 2 pada tahun lalu telah menjadi pemantik semangat baru bagi seluruh tim. Dari hasil evaluasi proyek terdahulu, tim insinyur PGE berhasil merumuskan metode untuk memangkas waktu pengembangan yang biasanya berjalan linier dan memakan waktu sangat lama.

Jika biasanya pengembangan panas bumi harus melewati tahapan eksplorasi, pengembangan, hingga operasi komersial secara berurutan, kini PGE menerapkan terobosan baru. Mereka mempercepat fase eksplorasi dan langsung melompat ke fase pengembangan aktif. Langkah berani ini diambil setelah melalui kajian mendalam atas potensi besar yang tersimpan di perut bumi Sumatra. Melalui percepatan ini, PGE berambisi menyalurkan energi bersih lebih cepat ke jaringan transmisi nasional demi menyokong kebutuhan listrik yang terus tumbuh di wilayah tersebut.

Also Read

IHSG Jatuh ke Level 6.204 Setelah Ditekan Aksi Jual Investor Asing

Secara teknis, aktivitas tajak perdana ini difokuskan pada sumur LMB 19-3 yang berlokasi di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu. Dengan mengoperasikan rig raksasa berkode GDAP#123, target kedalaman pengeboran ditetapkan mencapai 2.500 meter di bawah permukaan tanah. Pekerjaan berat ini diperkirakan akan rampung dalam kurun waktu 44 hari. Seluruh proses pengeboran hingga pembangunan fasilitas PLTP dipastikan berjalan di bawah pengawasan ketat terhadap standar operasional serta aspek keselamatan kerja (HSSE).

Kehadiran Unit 3 ini akan melengkapi portofolio hijau PGE di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur yang terletak di kaki Bukit Lumut Balai. Sebelumnya, Unit 1 telah aktif beroperasi sejak diresmikan pada September 2019, disusul oleh Unit 2 yang mulai menghasilkan listrik pada Juni 2025. Kedua unit tersebut saat ini menyumbang kapasitas gabungan sebesar 2x55 megawatt (MW). Ketika Unit 3 beroperasi penuh yang ditargetkan pada tahun 2030, kapasitas pasokan listrik bersih di Sumatra Selatan akan bertambah sebesar 55 MW lagi.

Also Read

Sektor Ekonomi Digital Menyumbang Pajak Rp54,71 Triliun hingga Juni 2026

Proyek ambisius ini juga menjadi bagian dari peta jalan jangka panjang PGE untuk menguasai kapasitas panas bumi hingga 3 gigawatt (GW). Langkah taktis ini berjalan selaras dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034. Melalui percepatan di Lumut Balai Unit 3, Pertamina tidak hanya memperkuat keandalan listrik regional, tetapi juga menegaskan komitmen nyata mereka dalam memimpin transisi energi menuju masa depan yang bebas emisi.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca