Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Bisnis

Polemik Data Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Penurunan Jumlah Kelas Menengah di Indonesia

Rimba NainggolanDiterbitkan 11 Agu 2026 - 09.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polemik Data Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Penurunan Jumlah Kelas Menengah di Indonesia
Foto/Ilustrasi: bbc.com.
A-A+

Lembaga kajian ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) melaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) ke dua badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 8 Agustus lalu. Laporan yang dikirimkan kepada United Nations Statistics Division (UNSD) dan United Nations Statistical Commission ini dipicu oleh publikasi angka pertumbuhan ekonomi oleh BPS yang dinilai tidak mencerminkan realitas di lapangan. BPS sebelumnya merilis data yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode April-Juni sebesar 5,12 persen, naik dari kuartal sebelumnya yang tercatat 4,87 persen. Sebaliknya, perhitungan sejumlah ekonom menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut sebenarnya tidak lebih dari 4,8 persen.

Perbedaan data ini memicu kekhawatiran serius mengenai kondisi riil masyarakat, terutama terkait penurunan jumlah kelas menengah di Indonesia. Berdasarkan data BPS, jumlah kelompok kelas menengah menyusut tajam dari 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi 47,85 juta orang pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan sekitar 9,48 juta orang telah turun kelas ke kategori ekonomi yang lebih rendah dalam kurun waktu lima tahun. Senada dengan hal tersebut, ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli menyebutkan bahwa hampir 10 juta orang telah turun kelas dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.797

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.797

Penyusutan kelas menengah ini berjalan beriringan dengan tekanan ekonomi yang semakin nyata di sektor riil. Celios mencatat Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia sepanjang April-Juni berada di zona kontraksi di bawah 50 poin, meskipun BPS mencatat industri pengolahan tumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025. Di sisi lain, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia meningkat hingga 32 persen sepanjang semester pertama tahun 2025. Tekanan ini juga terlihat pada industri tekstil dengan catatan 110.000 PHK sepanjang 2024, termasuk raksasa tekstil Sritex yang memangkas setidaknya 11.025 pekerja pada periode Agustus 2024 hingga Maret 2025.

Konsekuensi dari penurunan kelas menengah ini berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari 54 persen terhadap PDB nasional. BPS mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga berada di angka 4,97 persen, namun indeks keyakinan konsumen justru melemah dari 121,1 pada Maret 2025 menjadi 117,8 pada Juni 2025. Beban hidup masyarakat juga diperkirakan semakin berat dengan rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen yang berlaku mulai tahun 2025. Selain itu, fluktuasi harga bahan bakar minyak nonsubsidi turut menekan pengeluaran. Harga Pertamax yang sempat berada di angka Rp12.750 per liter pada Desember 2025, disesuaikan menjadi Rp15.950 per liter pada 1 Agustus 2026 setelah sebelumnya turun dari Rp16.250 per liter.

Baca Juga

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Meningkat pada SNLIK 2026

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional Meningkat pada SNLIK 2026

Menanggapi keraguan publik dan laporan Celios ke PBB, pihak pemerintah tetap mempertahankan kredibilitas data nasional. Kepala BPS Amalia Widyasanti pada 6 Agustus menegaskan bahwa lembaganya menyusun data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 dengan berpijak pada standar internasional. Dukungan juga datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan tetap mempercayai data BPS pada 7 Agustus 2025. Celios sendiri merujuk pada peristiwa sembilan tahun lalu ketika badan statistik PBB mengaudit data kemiskinan Malaysia yang diklaim turun drastis dari 49 persen pada 1970 menjadi 0,4 persen pada 2016. Ketidakpastian mengenai akurasi data riil ini masih menjadi sorotan di tengah dinamika perekonomian nasional.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiBPS

Berita Terbaru Lainnya

Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji di Pengadilan TipikorKejaksaan Usut Kasus Korupsi Proyek PDNS yang Mengakibatkan Serangan RansomwarePerwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliDolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.797IHSG Melemah Tinggalkan Level 6.400, Asing Justru Catat Pembelian Bersih JumboArus Modal Asing ke Indonesia Capai 5,9 Miliar Dolar AS per Agustus 2026Pemerintah Tetapkan Verifikasi BPHTB 3 Hari dan Balik Nama Tanah Maksimal 10 HariDaftar Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Pertamina Lakukan Investigasi Terkait Kebakaran SPBU Cilendek di Kota Bogor

Nasional

Pertamina Lakukan Investigasi Terkait Kebakaran SPBU Cilendek di Kota Bogor

10 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap