Tim Gabungan Polres Sumba Barat membongkar jaringan pencurian ternak yang telah beroperasi selama beberapa tahun di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah. Dalam operasi penindakan pada Selasa (15/9), polisi menangkap tiga orang tersangka, sementara satu terduga pelaku berinisial JT (39) tewas setelah terkena tembakan petugas akibat melawan saat hendak diamankan.
Operasi kepolisian tersebut dimulai sekitar pukul 02.00 Wita dengan mengamankan dua tersangka awal, yakni ASBL (46) dan KY (35). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari kedua pelaku, petugas melacak keberadaan pelaku lain dan menangkap YKM sekitar pukul 06.00 Wita sebelum bergerak menuju kediaman JT.
Penyergapan terhadap JT berlangsung di kediamannya di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli sekitar pukul 09.40 Wita. Saat akan ditangkap, JT melawan dengan mengayunkan parang ke arah petugas. Polisi sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara, namun JT mengabaikan peringatan tersebut dan mencoba melarikan diri hingga petugas mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkannya dengan tembakan yang mengenai bahu kanan.
Kementan Ungkap 25 Merek Tak Sesuai Klaim, Ini Daftar Lengkap Beras Fortifikasi Abal-abal

Petugas membawa JT ke RSK Lende Moripa sekitar pukul 10.00 Wita guna mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, tim medis menyatakan JT meninggal dunia sekitar pukul 10.20 Wita. Pihak kepolisian kemudian mendampingi pelaksanaan visum luar, menyediakan peti jenazah, serta mengawal proses pengantaran jenazah ke rumah duka.
Penggerebekan jaringan ini didasarkan pada penyelidikan terhadap tiga laporan polisi terkait tindak pidana pencurian ternak periode 2022 hingga 2026. Salah satu aksi komplotan ini terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah. Pada peristiwa tersebut, korban berinisial DDH alias BR diserang parang hingga mengalami luka robek di kepala belakang sepanjang 6 dan 8 sentimeter hingga mengenai tulang, serta luka sabetan sepanjang 48 sentimeter di bagian punggung.
Pakar ITS soal Insiden Kapal Virgo Terbalik, Tak Cocok di Laut RI

Selain menangkap para tersangka, polisi turut menyita barang bukti berupa satu ekor kerbau jantan yang diduga hasil pencurian dari rumah ASBL. Hewan ternak tersebut kini telah diamankan di Polsek Loli untuk melengkapi proses hukum.






