Aparat kepolisian telah berhasil mengantongi identitas dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan brutal terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua anggota KKB yang teridentifikasi tersebut berinisial PN dan KT.
Kedua pelaku diketahui tergabung dalam KKB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya. Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi PN dan KT setelah menyandingkan dan mencocokkan ciri-ciri fisik keduanya dari cuplikan rekaman video call yang sempat beredar di media sosial.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) Kombes Yusuf Sutejo mengungkapkan bahwa setelah identitas keduanya terkonfirmasi, PN dan KT resmi dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat ini, aparat gabungan masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap kedua buron tersebut di lapangan.
Bakom Beberkan Dua Skema Pemenuhan Listrik di 10.068 Dusun Pelosok

Terlibat Rentetan Aksi Kekerasan Bersenjata
Selain aksi penembakan terhadap ASN di Jayawijaya, PN dan KT diduga kuat memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara tindak kekerasan lain di wilayah Papua Pegunungan. Keduanya tercatat terlibat dalam serangkaian aksi teror bersenjata yang meresahkan masyarakat.
Salah satu aksi yang melibatkan PN dan KT adalah penembakan saat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) pada 8 Agustus lalu. Peristiwa penembakan di area festival tersebut mengakibatkan dua orang warga sipil mengalami luka-luka.
Pencarian Terakhir Jurnalis Hilang di Selat Sunda, 24 Kapal Diterjunkan Sisir 8.500 Mil Laut

Tak hanya itu, PN dan KT juga memiliki keterkaitan dengan kasus penyanderaan pilot pesawat Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Kapten pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut disandera oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga sejak 7 Februari 2023, sebelum akhirnya berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.
Satgas Operasi Damai Cartenz terus mengintensifkan perburuan terhadap PN dan KT untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka atas deretan tindak kriminal bersenjata yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.






