Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

PT DSI Kelola Devisa Rp216 Triliun dalam Sebulan dari Ekspor Sumber Daya Alam

Rimba NainggolanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 06.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PT DSI Kelola Devisa Rp216 Triliun dalam Sebulan dari Ekspor Sumber Daya Alam
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Indonesia mencatat perolehan devisa negara sebesar US$12 miliar atau yang setara dengan Rp216 triliun melalui pengoperasian badan usaha milik negara yang baru dibentuk pada tahun ini, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Perhitungan angka devisa bernilai ratusan triliun tersebut didasarkan pada asumsi kurs Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa perolehan dana dalam jumlah besar itu berhasil dikumpulkan hanya dalam kurun waktu satu bulan, yaitu selama periode bulan Juni hingga Juli tahun 2026.

Pencapaian devisa oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia tersebut merupakan hasil langsung dari mandat baru yang diberikan oleh pemerintah. BPI Danantara Indonesia secara resmi membentuk DSI untuk bertindak sebagai pengelola tunggal kebijakan ekspor satu pintu khusus untuk sumber daya alam (SDA) strategis di Indonesia. Pada tahap awal implementasi kebijakan ini, pemerintah telah menetapkan tiga komoditas utama yang proses ekspornya dikendalikan langsung oleh perusahaan negara tersebut. Ketiga komoditas awal itu meliputi kelapa sawit, batu bara, serta paduan besi atau ferro alloys.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Penerapan sistem ekspor satu pintu ini memperlihatkan lonjakan angka devisa yang sangat mencolok jika disandingkan dengan periode sebelum DSI mengambil alih kendali. Saat memberikan keterangan di Semarang seperti yang dikutip oleh Antara pada hari Senin tanggal 27 Juli, Zulkifli Hasan membeberkan perbandingan perolehan devisa tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, devisa yang masuk sebelumnya berada di angka yang jauh lebih rendah. "Baru satu bulan sudah US$12 miliar, dulu hanya sekitar U$3 miliar," ujar Zulhas memberikan penegasan.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Langkah pembentukan DSI dan penerapan sistem pengawasan terpusat ini sejalan dengan visi yang sebelumnya telah diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pada bulan Mei lalu, tepatnya dalam agenda Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Presiden Prabowo mengungkap bahwa kebijakan ekspor sumber daya alam strategis melalui satu pintu bertujuan untuk memperkuat pengawasan. Selain itu, kebijakan ini juga dirancang secara khusus untuk menekan berbagai celah kerugian, seperti praktik kurang bayar ekspor, manipulasi harga atau transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri.

Kebijakan pengetatan ekspor ini sangat krusial mengingat Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Zulhas menjelaskan bahwa potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia sangat luar biasa, mulai dari sektor tambang batu bara, timah, nikel, hingga komoditas emas. Namun, besarnya potensi kekayaan alam tersebut selama ini selalu dibayangi oleh permasalahan korupsi yang terjadi di berbagai bidang. Praktik pembiaran terhadap berbagai pelanggaran, termasuk pertambangan ilegal, harus segera diselesaikan karena telah mengakibatkan kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Menko Pangan tersebut secara tajam menyoroti keberadaan aktivitas pertambangan ilegal yang masih leluasa beroperasi tanpa tersentuh hukum. Ia mengungkapkan fakta bahwa terdapat tambang yang tidak memiliki izin resmi namun mampu meraup pendapatan dalam jumlah yang sangat fantastis. "Ada tambang yang menghasilkan puluhan triliun rupiah, namun tidak berizin. Sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi," ungkapnya. Oleh karena itu, kehadiran DSI diharapkan mampu menjadi solusi atas tata kelola sumber daya alam yang bermasalah tersebut. "Ada masalah iya, tetapi akan kita selesaikan," tambah Zulhas mengakhiri penjelasannya.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Zulkifli HasanPT DSIDevisa NegaraEkspor SDABPI Danantara Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap