JAKARTA — Proyek pengembangan Pulomas Tower secara resmi akan diarahkan menjadi sebuah kawasan produktif baru di ibu kota. Perencanaan strategis untuk kawasan ini mencakup integrasi secara langsung dengan Stasiun LRT Equestrian. Langkah pengembangan ini diambil dengan tujuan utama untuk mendukung penerapan dan penguatan konsep kawasan berorientasi transit atau yang lebih dikenal dengan istilah Transit Oriented Development (TOD). Melalui integrasi fasilitas publik ini, pemerintah berharap tata ruang kota dapat menjadi lebih efisien.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan keterangan resmi mengenai rencana pembangunan dan integrasi kawasan tersebut pada hari Sabtu. Dalam penjelasannya, Rano Karno menaruh harapan besar agar penyatuan kawasan Pulomas Tower dengan fasilitas transportasi publik LRT ini dapat mentransformasi area sekitarnya. Transformasi tersebut diharapkan mampu menjadikan kawasan ini sebagai pusat aktivitas ekonomi yang baru. Keberadaan pusat ekonomi yang terintegrasi langsung dengan simpul transportasi dinilai sangat penting untuk mempermudah pergerakan dan mobilitas warga ibu kota dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.








