Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mematangkan rencana perluasan jaringan transportasi publik melalui pembangunan rute baru LRT Jakarta. Di sisi lain, dinamika transportasi di kawasan aglomerasi juga menunjukkan peningkatan jumlah penumpang kereta cepat Whoosh seiring adanya gangguan operasional pada layanan kereta komuter.
Langkah strategis terus disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas jaringan integrasi menuju stasiun kereta cepat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengonfirmasi rencana pembangunan dua rute baru LRT Jakarta setelah proyek perpanjangan jalur Manggarai-Dukuh Atas rampung. Rute baru tersebut dirancang untuk menghubungkan jalur LRT menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Whoosh Halim. Langkah ini disiapkan untuk mempermudah mobilitas masyarakat yang ingin mengakses stasiun kereta cepat dari berbagai titik di Jakarta.
Untuk jalur Manggarai-Dukuh Atas, rute sepanjang sekitar 2 kilometer tersebut ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027 dan diproyeksikan selesai pada 2028. Sementara itu, untuk rute baru LRT yang menuju JIS, izin trayeknya telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Demi merealisasikan proyek ini, Pramono Anung membuka opsi pendanaan kreatif (creative financing) melalui kerja sama dengan berbagai pihak, setelah berdiskusi dengan Direktur Utama Jakpro. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan sistem pembayaran tunggal yang terintegrasi untuk LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan TransJakarta agar perpindahan antarmoda berjalan lebih praktis.
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Jembatan Musi V Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Di sisi lain, dinamika operasional harian menunjukkan bahwa tingkat keterisian penumpang dapat dipengaruhi oleh kondisi moda transportasi pendukung lainnya. Hal ini terlihat saat terjadi kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Insiden tersebut mengganggu perjalanan kereta api dari Stasiun Bekasi ke arah timur, sehingga KAI Commuter menghentikan sementara perjalanan Commuter Line Cikarang pada Selasa (28/4) selama proses evakuasi berlangsung.
Bertepatan dengan gangguan di jalur komuter tersebut, tingkat keterisian atau okupansi penumpang Whoosh terpantau mengalami kenaikan pada Selasa (28/4) menjadi sekitar 65 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan okupansi pada hari Selasa biasa yang umumnya hanya berkisar antara 45 hingga 50 persen.
Pramono Anung Soroti Masalah Ketimpangan dan Rasio Gini di Jakarta

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Evaluasi Chairunisa, menjelaskan bahwa satu rangkaian kereta Whoosh memiliki kapasitas 601 kursi. Dengan demikian, tingkat okupansi sebesar 65 persen tersebut setara dengan jumlah penumpang sekitar 370 hingga 400 orang per kereta. Guna membantu memobilisasi penumpang yang terdampak oleh penghentian KRL di Bekasi Timur, KAI Commuter menyediakan armada bus pengumpan Trans Jakarta dengan nomor rute TJ 785, TJ 854, TJ 531, dan TJ 782 dari Terminal Bulak Kapal Bekasi menuju Stasiun Bekasi.
Secara keseluruhan, informasi mengenai rencana rute baru LRT Jakarta dan perkembangan okupansi kereta cepat Whoosh ini menunjukkan pentingnya sinergi antarmoda transportasi massal di wilayah metropolitan. Rencana perluasan rute LRT Jakarta ke Stasiun Halim menjadi fondasi penting bagi konektivitas masa depan, sementara dinamika penumpang saat terjadi kendala operasional kereta lain membuktikan peran vital Whoosh dalam ekosistem transportasi publik terpadu.






