Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Rupiah Kian Tertekan Mendekati Level Delapan Belas Ribu per Dolar AS

Wahyu SuryaniDiterbitkan 25 Jul 2026 - 14.05 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rupiah Kian Tertekan Mendekati Level Delapan Belas Ribu per Dolar AS
Foto/Ilustrasi: Republika - Ekonomi
A-A+

Mata uang Garuda kini tengah menghadapi ujian berat di pasar global. Nilai tukar rupiah terpantau kembali bergerak melemah dan mendekati level psikologis baru, yakni Rp 18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026), rupiah terdepresiasi sebesar 0,15 persen atau melemah 26,50 poin ke posisi Rp 17.962,5 per dolar AS, setelah pada hari sebelumnya bertengger di level Rp 17.936 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan kombinasi tekanan dari dalam negeri dan dinamika geopolitik global yang sedang tidak menentu.

Dari sisi domestik, melambatnya proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu pemicu utama kecemasan pasar. Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 akan berada di angka 5,4 persen, sedikit menurun dibandingkan pencapaian kuartal I 2026 yang mampu mencatatkan angka 5,61 persen. Tekanan internal ini diperparah oleh rilis data neraca perdagangan yang mencatatkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Catatan merah ini menjadi kejutan besar karena mengakhiri tren surplus beruntun yang telah bertahan selama 72 bulan sejak Mei 2020.

Baca Juga

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Abu Vulkanis Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, PAM Jaya Pastikan Air Aman

Defisit perdagangan tersebut dipicu oleh penurunan nilai ekspor Indonesia yang mencapai 23,2 miliar dolar AS, atau merosot 5,73 persen secara tahunan akibat melemahnya pengapalan komoditas nonmigas. Di sisi lain, nilai impor justru melonjak tajam hingga 22,16 persen menjadi 24,81 miliar dolar AS. Kenaikan impor ini didominasi oleh bahan baku dan penolong senilai 17,58 miliar dolar AS yang tumbuh 25,17 persen, serta barang modal sebesar 5 miliar dolar AS yang naik 12,7 persen. Meski impor bahan baku mengindikasikan aktivitas manufaktur dalam negeri yang masih berjalan, lonjakan ini tetap menyedot likuiditas valuta asing di pasar domestik.

Selain faktor internal, kebijakan proteksionisme Amerika Serikat turut memperkeruh situasi. Keputusan Washington untuk mengenakan tarif baru sebesar 10 persen terhadap produk asal Indonesia memberikan sentimen negatif tambahan bagi kinerja ekspor nasional ke depan. Beban rupiah semakin bertambah seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Saat ini, harga minyak global telah melewati batas asumsi APBN-P yang ditetapkan sebesar 83 dolar AS per barel, sehingga memaksa pemerintah bekerja ekstra keras untuk menambal potensi defisit anggaran yang melebar.

Baca Juga

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Pertamina Sebut tak Ada Komplain Signifikan dari Pengguna B50

Menyikapi situasi yang menantang ini, pemerintah tetap optimistis bahwa roda perekonomian akan kembali berputar lebih cepat pada paruh kedua tahun 2026. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Kementerian Keuangan berkomitmen menerapkan kebijakan fiskal yang hati-hati serta memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai di dalam sistem keuangan domestik. Langkah ini diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat, menjaga iklim investasi, dan memberikan ruang bernapas bagi dunia usaha di tengah fluktuasi nilai tukar yang terjadi.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Indonesiarupiahnilai tukardolar asneraca perdagangan

Berita Terbaru Lainnya

Pemprov DKI Alokasikan Rp 250 Juta untuk Kajian Ikan Sapu-Sapu di Perubahan APBD 2026Hampir 50 Persen Dana Presiden untuk Penanganan Gempa NTT sudah DisalurkanNgenes! Tragedi 19 Kebakaran Kapal di Laut RI Biang Keroknya SamaDuo Maling Gagal Ditangkap Warga di Bogor, Sempat Kabur ke Semak-semakMantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal DuniaLedakan LPG di Tambora, Satu Orang Luka BakarWN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg EmasDetik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga Berhamburan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap