Nilai tukar rupiah mencatatkan kinerja positif pada awal perdagangan tengah pekan ini. Berdasarkan data pasar pada Rabu (5/8) pagi, mata uang Garuda terpantau bangkit dan berada di level Rp17.974 per dolar AS. Lonjakan ini menandai penguatan sebesar 53 poin atau setara dengan 0,29 persen jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pergerakan positif ini menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang di Asia yang berhasil memanfaatkan momentum untuk keluar dari tekanan dolar AS.
Apabila melihat peta pergerakan mata uang di kawasan Asia secara lebih luas, mayoritas mata uang negara tetangga juga menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS pada pagi ini. Peso Filipina memimpin penguatan di kawasan dengan kenaikan sebesar 0,36 persen, disusul erat oleh won Korea Selatan yang menguat sebesar 0,32 persen. Selanjutnya, ringgit Malaysia terpantau terapresiasi sebesar 0,13 persen, sedangkan yen Jepang naik 0,06 persen. Dolar Singapura dan yuan China juga parkir di zona hijau dengan penguatan masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen. Di sisi lain, dari jajaran mata uang Asia, hanya dolar Hong Kong yang bergerak berlawanan arah dengan mencatatkan pelemahan tipis sebesar 0,01 persen terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.








