Tim SAR gabungan mengerahkan dua unit pesawat nirawak atau drone termal guna mempercepat pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, kawasan Gunung Anak Krakatau. Penggunaan teknologi pemindai panas ini difokuskan untuk menyisir titik-titik yang sulit dijangkau akibat kendala aktivitas vulkanik.
Pemanfaatan drone termal menjadi langkah utama pemantauan udara lantaran penerbangan armada berawak belum memungkinkan untuk dilakukan. Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto menjelaskan bahwa sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih membahayakan keselamatan operasional helikopter maupun pesawat konvensional.
Kedua drone termal tersebut disiagakan di atas kapal KN SAR Tetuka dan akan diterbangkan langsung saat mendekati area target di sekitar badan gunung. Operasi penyisiran dijadwalkan kembali berlangsung mulai pukul 07.00 WIB pada Rabu (9/9).
Pelecehan Seksual di SMAN 1 Pamanukan, Guru Jadi Tersangka, Kini Dinonaktifkan

Sebelumnya, pencarian sempat berlangsung hingga Selasa malam pukul 22.00 WIB sebelum akhirnya KN SAR Tetuka bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Penundaan sementara operasi laut tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel menyusul kondisi laut serta jarak pandang malam hari yang terbatas.
Dalam rangkaian penyisiran, sejumlah unsur SAR telah diturunkan ke perairan Selat Sunda. Armada yang dikerahkan meliputi Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB Kantor SAR Lampung. Selain mengerahkan armada resmi, tim SAR turut menggandeng nelayan lokal untuk memperluas jangkauan pemantauan di laut.
Tim SAR juga terus berkoordinasi untuk menelusuri kemungkinan kapal yang ditumpangi korban sempat bersandar darurat di pulau-pulau kecil sekitar atau dermaga rakyat yang tidak terpantau lalu lintas maritim utama.
Guru SMA di Jombang Dipolisikan Usai Diduga Perkosa Siswinya 13 Kali

Rombongan yang terdiri atas tujuh orang tersebut dilaporkan hilang sejak Senin (7/9). Mereka bertolak sekitar pukul 14.00 WIB dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Carita, Kabupaten Pandeglang, untuk berlayar dan memotret erupsi Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut teridentifikasi sebagai Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas (freelance).






