Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Setelah Kualanamu, GMR Airports Lirik Proyek Bandara Lain di Indonesia

Marthen PalutunganDiterbitkan 4 Agu 2026 - 07.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Setelah Kualanamu, GMR Airports Lirik Proyek Bandara Lain di Indonesia
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Apakah pintu investasi swasta asing di sektor pengelolaan bandara Indonesia akan semakin terbuka lebar setelah proyek Bandara Internasional Kualanamu? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan bagi perkembangan infrastruktur transportasi udara nasional. Jawabannya kini bergantung pada kebijakan pemerintah. GMR Airports Limited telah menyatakan ketertarikannya untuk memperluas investasi mereka di Indonesia, dengan catatan apabila pemerintah membuka peluang yang lebih besar bagi keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan bandara di tanah air.

Langkah GMR Airports ini merupakan kelanjutan dari rekam jejak mereka yang sudah terbentuk di Sumatera Utara. Perusahaan multinasional asal India tersebut sebelumnya telah masuk ke pasar Indonesia melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. Kerja sama strategis ini direalisasikan dengan membentuk perusahaan patungan bernama PT Angkasa Pura Aviasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam struktur kepemilikan tersebut, GMR Airports memegang 49 persen saham, sedangkan PT Angkasa Pura II mengendalikan kepemilikan mayoritas sebesar 51 persen.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Pengembangan Bandara Kualanamu sendiri dirancang dengan target besar, yaitu menjadikannya sebagai salah satu hub penerbangan internasional di kawasan barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan langsung menuju Asia Selatan. Dari sisi volume pengguna jasa, bandara ini menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, Bandara Kualanamu tercatat melayani sekitar 2 juta penumpang internasional, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,85 juta penumpang. Selain itu, pada periode 13 hingga 28 Maret, PT Angkasa Pura Aviasi mencatat pergerakan penumpang domestik dan internasional di bandara tersebut mencapai 391.032 orang.

Baca Juga

Penyelundupan 20 Kg Ganja Digagalkan di Bakauheni, Kurir Menyerahkan Diri Sebelum Digeledah

Penyelundupan 20 Kg Ganja Digagalkan di Bakauheni, Kurir Menyerahkan Diri Sebelum Digeledah

Konektivitas bandara ini juga terus diperluas melalui pembukaan rute baru dan pengaktifan kembali rute lama. Sebagai contoh, maskapai asal Singapura, Scoot, dijadwalkan untuk memulai penerbangan langsung yang menghubungkan Kualanamu dengan Singapura mulai 1 Februari 2026. Selain itu, terdapat pula rute penerbangan spesifik yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 23 Juli 2025 untuk mendorong sektor pariwisata serta perekonomian di kedua wilayah yang dihubungkan. Langkah penguatan jaringan ini juga mendapat dukungan pemerintah, yang terlihat saat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, meresmikan kembali rute penerbangan yang menghubungkan Kualanamu (KNO) dengan Rembele (TXE).

Minat GMR Group untuk menanamkan modal lebih banyak di Indonesia tidak lepas dari penilaian mereka terhadap iklim investasi di tanah air. Srinivas Bommidala, selaku Business Chairman International Airports & Energy dari GMR Group, menyebutkan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi salah satu faktor penting yang mampu meningkatkan kepercayaan investor asing untuk masuk ke Indonesia. Portofolio global GMR sendiri saat ini mencakup operasi dan kemitraan di berbagai negara, mulai dari India, Indonesia, Filipina, hingga Yunani.

Baca Juga

Malaysia Selidiki Celah Keamanan KLIA Usai Kopilot Bawa 26 Kg Ekstasi ke Indonesia

Malaysia Selidiki Celah Keamanan KLIA Usai Kopilot Bawa 26 Kg Ekstasi ke Indonesia

Hubungan transportasi antara Indonesia dan India juga berpotensi semakin erat melalui proyek baru GMR di negara asalnya. Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju atau Bandara Bhogapuram di Andhra Pradesh, India, yang baru diresmikan pada 1 Agustus 2026 dan dijadwalkan beroperasi penuh pada 17 Agustus 2026, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara prioritas dalam pengembangan jaringan penerbangan internasionalnya. Sinergi ini diperkirakan akan semakin kuat seiring dengan target bergulirnya perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa pada tahun depan, yang diharapkan dapat membuka keran kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GMR AirportsInvestasi BandaraBandara KualanamuPT Angkasa Pura Aviasi

Berita Terbaru Lainnya

Penyelundupan 20 Kg Ganja Digagalkan di Bakauheni, Kurir Menyerahkan Diri Sebelum DigeledahMalaysia Selidiki Celah Keamanan KLIA Usai Kopilot Bawa 26 Kg Ekstasi ke IndonesiaVideo Viral Pemuda Pekalongan Mengaku Dibegal hingga Jari Putus Ternyata Rekayasa Pakai WortelPemkab Konawe Utara dan SPKS Dorong Percepatan STDB dan Sertifikasi ISPO Sawit BerkelanjutanStrategi Diversifikasi Umara Group dalam Memperluas Pasar KulinerKenaikan Suku Bunga Bank Indonesia Berhasil Menarik Modal Asing hingga 9 Miliar Dolar ASIHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)LPS Bantah Fenomena 'Makan Tabungan', Catat Pertumbuhan pada Simpanan Nasabah Kecil

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap