Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Sistem Koperasi Kakao Jembrana Stabilkan Harga Panen dan Tembus Pasar Ekspor

Uria KilaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 13.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Sistem Koperasi Kakao Jembrana Stabilkan Harga Panen dan Tembus Pasar Ekspor
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Sistem koperasi yang menaungi ratusan petani kakao di Kabupaten Jembrana, Bali, telah terbukti mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para anggotanya. Melalui pendekatan yang terstruktur, koperasi ini tidak hanya berhasil menstabilkan harga panen kakao di tingkat petani, tetapi juga memberikan pendampingan yang sangat komprehensif. Upaya berkelanjutan ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan daya saing komoditas pertanian lokal tersebut, hingga sukses menembus dan bersaing di pasar ekspor internasional.

Keberhasilan ekosistem pertanian ini didorong oleh kolaborasi yang erat antara Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari. Direktur Kalimajari, Agung Widiastuti, bersama dengan Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya, I Ketut Wiadnyana, memimpin inisiatif pendampingan yang menyasar para petani secara langsung. Saat ini, tercatat terdapat 750 petani kakao yang telah bergabung dan aktif sebagai anggota dalam koperasi tersebut. Mereka semua mendapatkan bimbingan teknis yang intensif untuk memastikan standar produksi tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam praktiknya, pendampingan yang diberikan oleh koperasi dan yayasan mencakup penerapan metode pertanian yang sangat terukur dan berbasis data. Sebagai langkah awal sebelum penanaman atau pemupukan, sampel tanah dari lahan milik petani diambil untuk diuji secara khusus di laboratorium. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui detail kandungan tanah secara akurat, sehingga petani dapat menentukan perlakuan atau perawatan yang paling tepat bagi pohon kakao mereka. Selain itu, para petani binaan juga menerapkan sistem pertanian organik guna mendapatkan biji kakao berkualitas yang mampu memenuhi standar internasional.

Baca Juga

Transmart Kembali Digugat PKPU oleh PT Tridakna Arta Sejahtera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Transmart Kembali Digugat PKPU oleh PT Tridakna Arta Sejahtera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Ketelitian yang sama juga diterapkan secara ketat pada tahap pascapanen dan pemrosesan hasil kebun. Saat panen berlangsung, buah kakao yang tidak sehat atau yang terkontaminasi hama selalu dipisahkan dari buah yang sehat. Proses pemilahan ini memastikan bahwa hanya bahan baku terbaik yang akan masuk ke tahap pemrosesan selanjutnya. Dari proses yang konsisten ini, produk kakao fermentasi asal Jembrana kini diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Pihak koperasi pun tercatat sudah berkali-kali mengekspor komoditas pertanian ini ke berbagai negara.

Dampak nyata dari sistem koperasi dan pendampingan ini dirasakan langsung oleh para petani, salah satunya adalah Ketut Sudomo. Sebagai seorang petani kakao yang bermukim di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, ia merasakan betul manfaat dari stabilitas harga dan bimbingan teknis tersebut. Dengan mengelola lahan pertanian seluas tiga hektare, Ketut Sudomo kini mampu menghasilkan lebih dari satu ton biji kakao kering setiap tahunnya. Ia menyatakan bahwa pendampingan dari Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari tidak hanya meningkatkan kualitas biji kakao, tetapi juga secara signifikan mendongkrak volume panen.

Baca Juga

Kemenkum Sulbar Edukasi Siswa SMA Negeri 3 Mamuju untuk Cegah Pernikahan Dini

Kemenkum Sulbar Edukasi Siswa SMA Negeri 3 Mamuju untuk Cegah Pernikahan Dini

Pola pengelolaan koperasi yang mengawal petani dari hulu hingga hilir ini pada akhirnya menarik perhatian banyak pihak di tingkat global. Salah satunya adalah konsorsium yang tergabung dalam program Accelerating Consumer Transformation (ACT) and Sustainability in Indonesia, sebuah inisiatif besar yang didukung langsung oleh Uni Eropa. Melalui program tersebut, penyelenggara berupaya mendorong transformasi pola konsumsi masyarakat Indonesia agar menjadi lebih sadar terhadap berbagai dampak lingkungan, ekonomi, serta sosial dari produk yang mereka gunakan.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program ACT and Sustainability in Indonesia tersebut, Ketut Sudomo menerima kunjungan dari awak media pada hari Kamis. Kunjungan ini menjadi ajang untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana sistem koperasi di Kabupaten Jembrana beroperasi dan membawa perubahan nyata di tingkat tapak. Dengan penerapan standar tinggi dan pendampingan yang berkelanjutan, model pengelolaan kakao Jembrana ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekonomi yang stabil bagi para petani di masa mendatang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

koperasibalipertanian organikKakao JembranaEkspor Kakao

Berita Terbaru Lainnya

Pilot Malaysia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta Bawa 70 Ribu Ekstasi dan SabuRincian dan Jadwal Pengumuman Hasil CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026Transmart Kembali Digugat PKPU oleh PT Tridakna Arta Sejahtera di Pengadilan Negeri Jakarta PusatMengenal Fitur Aksesibilitas untuk Penyandang Disabilitas di Ponsel Android dan iPhoneKemenkum Sulbar Edukasi Siswa SMA Negeri 3 Mamuju untuk Cegah Pernikahan DiniDominasi Pria di Pasar Kripto Indonesia dan Tingginya Kesadaran Risiko Investor PerempuanIHSG Bangkit Usai Melemah Enam Hari Beruntun, Asing Catat Beli Bersih Rp262 MiliarRugi Bersih AirAsia Indonesia Membengkak Jadi Rp 1,45 Triliun pada Semester I-2026

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap