Sistem koperasi yang menaungi ratusan petani kakao di Kabupaten Jembrana, Bali, telah terbukti mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para anggotanya. Melalui pendekatan yang terstruktur, koperasi ini tidak hanya berhasil menstabilkan harga panen kakao di tingkat petani, tetapi juga memberikan pendampingan yang sangat komprehensif. Upaya berkelanjutan ini pada akhirnya bermuara pada peningkatan daya saing komoditas pertanian lokal tersebut, hingga sukses menembus dan bersaing di pasar ekspor internasional.
Keberhasilan ekosistem pertanian ini didorong oleh kolaborasi yang erat antara Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Yayasan Kalimajari. Direktur Kalimajari, Agung Widiastuti, bersama dengan Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya, I Ketut Wiadnyana, memimpin inisiatif pendampingan yang menyasar para petani secara langsung. Saat ini, tercatat terdapat 750 petani kakao yang telah bergabung dan aktif sebagai anggota dalam koperasi tersebut. Mereka semua mendapatkan bimbingan teknis yang intensif untuk memastikan standar produksi tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu.








