Keluarga campuran, atau yang sering dikenal sebagai blended families, kini semakin banyak ditemukan di Indonesia. Terbentuknya keluarga campuran ini umumnya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti perceraian, kematian atau berpulangnya salah satu pasangan, hingga keputusan untuk melakukan pernikahan kembali. Fenomena ini juga berjalan beriringan dengan realitas sosial di Indonesia, di mana data tingkat perceraian terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah perubahan struktur keluarga ini, kehadiran keluarga campuran menjadi potret nyata dari dinamika sosial masyarakat modern.
Dalam kehidupan sehari-hari, peran orang tua sambung鈥攂aik ayah sambung maupun ibu sambung鈥攄alam keluarga campuran sangatlah krusial. Mereka sering kali mengambil alih hampir seluruh tanggung jawab pengasuhan anak secara penuh. Tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada pendampingan moral, melainkan juga mencakup aspek-aspek vital seperti membiayai pendidikan anak dan memenuhi seluruh kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun tidak memiliki hubungan darah, ayah dan ibu sambung ini menjalankan fungsi pengasuhan yang nyata demi memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan baik.








