Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Politik

Merespons Maraknya OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Pendidikan dan Ongkos Politik

Rimba NainggolanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 13.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Merespons Maraknya OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Pendidikan dan Ongkos Politik
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, memberikan tanggapan dan sorotan tajam terkait maraknya fenomena Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kepala daerah. Menurut Sarmuji, fenomena penangkapan kepala daerah melalui OTT ini tidak boleh dipandang sebelah mata dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama partai politik yang menjadi wadah utama bagi para pemimpin daerah tersebut sebelum menjabat. Pernyataan ini disampaikan oleh Sarmuji untuk menyoroti pentingnya evaluasi internal di dalam tubuh partai politik demi mencegah terjadinya tindakan korupsi di masa mendatang.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Pernyataan penting tersebut disampaikan langsung oleh Muhammad Sarmuji di sela-sela agenda Training of Trainers (TOT) Akademi Partai Golkar Tahun 2026. Acara tersebut diselenggarakan secara khidmat di Aula Kantor DPP Partai Golkar yang berlokasi di kawasan Slipi, Jakarta, pada hari Senin (3/8). Dalam forum tersebut, Sarmuji menekankan bahwa partai politik memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan kualitas para pejabat publik. Lemahnya pembinaan dan pendidikan politik yang diberikan oleh partai politik kepada para kadernya disinyalir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi maraknya kasus korupsi dan OTT yang menjerat para kepala daerah belakangan ini.

Sarmuji menegaskan bahwa setiap partai politik pada dasarnya memiliki kewajiban konstitusional dan moral untuk melakukan pendidikan politik secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, partai politik juga wajib melakukan proses rekrutmen kader secara ketat dan selektif guna melahirkan kader-kader yang memiliki integritas tinggi. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab partai politik tidak berhenti begitu saja setelah berhasil mencetak kader untuk menduduki jabatan publik. Sebaliknya, partai politik memikul tanggung jawab yang besar untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan yang ketat terhadap para kadernya selama mereka menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

Baca Juga

Pegawai BPK Sumsel Tersangka Suap Muara Enim Gugat KPK Lewat Praperadilan

Pegawai BPK Sumsel Tersangka Suap Muara Enim Gugat KPK Lewat Praperadilan

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini memaparkan bahwa proses pembinaan terhadap kader tidak boleh dilakukan secara instan. Pembinaan tersebut harus dimulai sejak dini, yaitu sejak seorang kader pertama kali bergabung dengan partai politik, dan proses ini harus terus berlanjut secara konsisten bahkan ketika kader tersebut telah memegang amanah dan tanggung jawab sebagai pejabat publik di pemerintahan. Menurut Sarmuji, partai politik memiliki kewajiban penting untuk senantiasa memagari setiap anggotanya yang sedang menduduki jabatan publik agar mereka tetap berjalan di atas rel yang sebenarnya dan tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku.

Selain menyoroti masalah pendidikan politik dan pengawasan kader, Muhammad Sarmuji juga mengidentifikasi adanya persoalan mendasar lain yang sangat krusial dan harus segera dievaluasi bersama, yaitu tingginya ongkos politik di Indonesia. Mahalnya biaya politik dalam proses pencalonan dan pemilihan dinilai menjadi salah satu akar masalah yang memicu terjadinya praktik korupsi di tingkat daerah. Oleh karena itu, Sarmuji menyatakan bahwa isu mengenai mahalnya ongkos politik ini harus menjadi perhatian utama dan dicarikan solusi yang konkret serta sebenar-benarnya demi menciptakan sistem demokrasi yang lebih bersih dan berintegritas.

Baca Juga

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Thailand Saat Terima Kunjungan PM Anutin

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Thailand Saat Terima Kunjungan PM Anutin

Sebagai langkah konkret untuk mengatasi akar masalah tersebut, Sarmuji menyarankan agar persoalan mahalnya ongkos politik ini dibahas secara mendalam dalam proses pembahasan undang-undang politik. Secara khusus, ia menyoroti perlunya peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Melalui pembahasan regulasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk menilik akar persoalan tingginya biaya politik dan merumuskan solusi regulasi yang tepat guna mencegah para kepala daerah terjerumus dalam praktik korupsi setelah terpilih nanti.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKOTTPilkadaPartai GolkarMuhammad Sarmuji

Berita Terbaru Lainnya

Uji Keabsahan Penghentian Penuntutan, Dokter Tifa Ajukan Praperadilan ke PN Jakarta SelatanPolda Metro Jaya Usut Kasus YouTuber Bigmo Terkait Promosi Liquid Vape Libatkan AnakPegawai BPK Sumsel Tersangka Suap Muara Enim Gugat KPK Lewat PraperadilanBPS Catat Kenaikan Harga Beras Premium di Penggilingan Mencapai 10 PersenDeflasi Indonesia Sentuh 0,14 Persen pada Juli 2026 Didorong Penurunan Harga PanganKemenkeu Siapkan Anggaran Sisa DBH Rp70 Triliun, Penyaluran Tunggu Keputusan PresidenPrabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Thailand Saat Terima Kunjungan PM AnutinIndonesia dan Thailand Sepakat Dorong ASEAN Selesaikan Krisis Myanmar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap