Berita Viral Terkini

Strategi Bank Mandiri Menggerakkan Sektor Riil Lewat Kredit dan Ekosistem Digital

Ding Anyi ApuiPublished 25 Jul 2026 - 18.401 Reads
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Mandiri Menggerakkan Sektor Riil Lewat Kredit dan Ekosistem Digital
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Bank Mandiri mencatatkan lompatan performa yang signifikan pada kuartal II 2026. Melalui penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 19,9 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp1.592 triliun, bank pelat merah ini membuktikan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Angka pertumbuhan intermediasi ini melesat jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 12,7 persen YoY pada periode yang sama. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi penguatan ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

Kesehatan finansial Bank Mandiri ditopang oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat, tumbuh 17,1 persen YoY menjadi Rp1.710 triliun. Likuiditas yang melimpah ini kemudian dialirkan secara terarah. Di satu sisi, Mandiri mendukung proyek strategis nasional, infrastruktur, dan energi melalui pembiayaan ekosistem pemerintah dan BUMN yang mencapai Rp489 triliun, melonjak 41,6 persen YoY. Di sisi lain, inklusi keuangan tetap terjaga dengan penyaluran kredit usaha mikro sebesar Rp31,3 triliun, tumbuh 15,7 persen YoY. Penyaluran ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, melainkan juga merambah hingga ke pelaku usaha akar rumput.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Sektor komersial juga mencatatkan pertumbuhan positif dengan outstanding kredit mencapai Rp343 triliun, naik 15,1 persen YoY. Menariknya, ekspansi kredit yang agresif ini tetap dibarengi dengan komitmen menjaga suku bunga kredit yang terjangkau bagi debitur. Hal ini terlihat dari penurunan Net Interest Margin (NIM) menjadi 4,37 persen dari sebelumnya 4,63 persen pada Juni 2025. Meskipun margin bunga menyusut, efisiensi operasional yang membaik鈥攄itunjukkan oleh rasio BOPO yang turun 6,2 poin persentase menjadi 57,6 persen鈥攎embantu Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I 2026, meningkat 24,4 persen YoY.

Transformasi digital menjadi kunci efisiensi sekaligus jembatan penghubung seluruh ekosistem ini. Melalui aplikasi Livin' by Mandiri, perseroan berhasil merangkul 41 juta pengguna aktif di segmen ritel per Juni 2026. Di sektor bisnis, platform Kopra by Mandiri juga tumbuh pesat dengan melayani 354 ribu pengguna terdaftar, di mana mayoritas penggunanya merupakan pelaku UMKM. Digitalisasi ini mempermudah akses layanan keuangan bagi masyarakat luas, bahkan menjangkau wilayah-wilayah pelosok dan luar kota melalui program Livin' Merchant, yang mayoritas penggunanya berada di area non-urban.

Also Read

Menteri Pertanian Siapkan Nama Calon Wakil Menteri Baru Pendampingnya

Kendati berekspansi dengan cepat, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah (NPL) Gross berhasil ditekan ke level 0,98 persen, dengan rasio pencadangan NPL yang sangat tebal mencapai 242 persen. Komitmen jangka panjang bank ini juga tecermin dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Portofolio pembiayaan berkelanjutan Mandiri mencapai Rp327 triliun, termasuk pembiayaan hijau sebesar Rp173 triliun. Langkah ini diperkuat dengan perolehan pinjaman sosial senilai US$750 juta yang dijamin oleh Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) untuk mendukung UMKM perempuan, serta fitur Livin' Planet yang memfasilitasi transaksi sertifikat pengurangan emisi karbon bagi nasabah.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca