Berita Viral Terkini

Sumatera Utara Bersiap Hadapi Hujan dan Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan

Ding Anyi ApuiPublished 25 Jul 2026 - 14.202 Reads
Bagikan WhatsAppX
Sumatera Utara Bersiap Hadapi Hujan dan Ancaman Gelombang Tinggi di Perairan
Ilustrasi Nasional. Foto: Republika - Nasional.
A-A+

Sumatera Utara bersiap menghadapi hari yang didominasi oleh kelembapan tinggi dan guyuran hujan pada hari Sabtu ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan dinamika cuaca yang bervariasi di berbagai wilayah daratan, sementara wilayah perairan di sekitarnya juga menunjukkan potensi gelombang yang menuntut kewaspadaan tinggi. Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pelaku sektor kelautan, pemahaman terhadap fluktuasi cuaca ini menjadi panduan penting untuk menjaga keselamatan sepanjang hari.

Menurut penjelasan dari Budi Prasetyo selaku Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, rintik hujan dengan intensitas ringan diprediksi akan mulai menyapa beberapa wilayah sejak pagi hari. Daerah-daerah seperti Langkat, Labuhanbatu Utara, Nias Selatan, serta Tapanuli Tengah menjadi wilayah awal yang berpotensi mengalami kondisi basah ini. Seiring berjalannya waktu menuju siang hingga sore hari, cakupan hujan diperkirakan meluas dengan intensitas yang meningkat dari ringan hingga sedang ke sebagian besar wilayah di Sumatera Utara.

Memasuki malam hari, konsentrasi awan pembawa hujan diperkirakan masih bertahan di beberapa titik strategis, khususnya di kawasan Kepulauan Nias, wilayah pantai timur, serta lereng timur dan barat. Bahkan ketika hari berganti menuju dini hari, sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi membasahi Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, hingga Mandailing Natal. Untuk kondisi atmosfer secara umum, suhu udara di Sumatera Utara diperkirakan berada pada rentang 14 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara yang sangat tinggi mencapai 60 hingga 100 persen, diiringi hembusan angin dari selatan menuju timur berkecepatan 3 hingga 15 kilometer per jam.

Also Read

Pemerintah Lanjutkan Skema WFH Jumat bagi ASN Berdasarkan Evaluasi Kinerja

Di sisi lain, situasi yang lebih menantang diprediksi terjadi di sektor perairan Sumatera Utara. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang berlaku sejak tanggal 25 hingga 27 Juli 2026. Pola pergerakan angin di bagian utara Sumatera terpantau bergerak dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot. Kondisi ini memicu kenaikan tinggi gelombang laut yang bervariasi di beberapa titik perairan krusial.

Gelombang dengan ketinggian sedang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang muncul di perairan barat Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, serta perairan barat Sumatera Utara. Sementara itu, ancaman gelombang yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai rentang 2,5 hingga 4 meter, diproyeksikan dapat terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Pihak BMKG pun merinci batas aman operasional bagi berbagai jenis kapal demi menghindari kecelakaan laut.

Also Read

Badan Gizi Nasional Ancam Tutup Dapur Makan Gratis yang Abaikan Standar Kualitas

Para nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil diimbau untuk menunduk atau waspada apabila kecepatan angin menembus 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Peringatan keselamatan yang lebih spesifik juga ditujukan bagi operator kapal tongkang ketika angin berembus di atas 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Terakhir, bagi armada kapal feri yang melayani penyeberangan antarpulau, kewaspadaan tinggi harus diterapkan jika kecepatan angin menyentuh angka 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Melalui panduan ini, BMKG berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengantisipasi risiko cuaca ekstrem baik di darat maupun di laut.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca