Berita Viral Terkini

Tempo Scan dan CTTQ Kolaborasi Bangun Pabrik Biofarmasi untuk Kurangi Impor Obat

Bambang HandayaniPublished 26 Jul 2026 - 00.550 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tempo Scan dan CTTQ Kolaborasi Bangun Pabrik Biofarmasi untuk Kurangi Impor Obat
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat-obatan, khususnya di sektor biofarmasi, telah lama menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional. Ketergantungan ini tidak hanya berdampak pada ketahanan medis, tetapi juga membuat harga obat-obatan esensial menjadi relatif mahal bagi masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, langkah strategis diambil oleh PT Tempo Scan Pacific Tbk dengan menggandeng raksasa farmasi asal China, Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group Co., Ltd (CTTQ), yang merupakan anak usaha dari Sino Biopharmaceutical Limited (SBP Group). Kolaborasi ini melahirkan sebuah perusahaan patungan baru bernama PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI).

Peresmian kerja sama yang berlangsung di Tempo Scan Tower, Jakarta, pada Kamis, 24 Juli 2026, menjadi momentum penting yang disaksikan langsung oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara. Kehadiran perusahaan patungan ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi kemandirian industri farmasi tanah air. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan optimismenya bahwa langkah ini akan mengurangi ketergantungan impor obat-obatan biofarmasi yang selama ini membebani anggaran kesehatan. Dengan memproduksi obat secara mandiri di dalam negeri, harga produk biofarmasi yang sebelumnya mahal diharapkan dapat ditekan secara signifikan sehingga lebih terjangkau dan dapat diakses melalui sistem jaminan BPJS Kesehatan.

Also Read

Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Layanan Hukum demi Lindungi UMKM dan Musisi

Salah satu aspek paling krusial dari kemitraan ini adalah pembangunan fasilitas produksi bahan aktif (active ingredient) biofarmasi di dalam negeri. Selama ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu memproduksi bahan aktif tersebut secara mandiri. Melalui investasi ini, struktur kepemilikan TCBI disepakati sebesar 51 persen dipegang oleh SBP Group melalui CTTQ, sementara 49 persen sisanya dimiliki oleh Tempo Scan. Komposisi kepemilikan ini menunjukkan komitmen investasi jangka panjang dari investor asing di Indonesia, bukan sekadar kerja sama lisensi jangka pendek yang bersifat sementara. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa iklim investasi di Indonesia tetap menarik dan tepercaya di tengah dinamika ekonomi global.

Executive Chairman & Co-founder Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah transformatif bagi perusahaan untuk memperkuat lini bisnis bioteknologi dan spesialisasi farmasi. SBP Group dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam riset dan pengembangan (R&D) farmasi di Tiongkok, dengan kapabilitas komprehensif mulai dari penelitian dasar hingga komersialisasi produk biologis inovatif. Kehadiran mitra global sekaliber SBP Group diharapkan dapat mempercepat peningkatan standar industri kesehatan di Indonesia. Terlebih lagi, TCBI telah menyiapkan peta jalan (roadmap) transfer teknologi jangka panjang guna memastikan alih pengetahuan manufaktur biofarmasi berjalan dengan baik kepada tenaga kerja lokal.

Also Read

Ketegangan Jalur Pelayaran Global Menjaga Harga Minyak di Dekat Level Seratus Dolar

Langkah besar menuju kedaulatan medis ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan nasional. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI Rizka Andalusia, Direktur Utama BKPM William Adi Teja, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, serta Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie. Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan sebuah misi strategis nasional untuk mengamankan masa depan kesehatan masyarakat Indonesia melalui inovasi dan kemandirian produksi.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca