Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Capai 7,68 Persen pada Mei 2026

Yolanda TobanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 19.00 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Capai 7,68 Persen pada Mei 2026
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan tingkat pendidikan di Indonesia pada periode Mei 2026. Dalam laporan tersebut, BPS mencatat bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan kelompok dengan tingkat pengangguran paling tinggi di Indonesia. Persentase TPT bagi para lulusan SMK tercatat mencapai 7,68 persen pada Mei 2026. Catatan ini menempatkan lulusan pendidikan vokasi kejuruan tersebut di posisi teratas daftar tingkat pengangguran jika dibandingkan dengan kelompok pendidikan formal lainnya di tanah air.

Tingkat pengangguran lulusan SMK yang mencapai 7,68 persen tersebut tercatat melampaui angka pengangguran dari lulusan jenjang pendidikan menengah maupun perguruan tinggi. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran untuk lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) berada pada angka 6,17 persen, sedangkan tingkat pengangguran untuk lulusan perguruan tinggi sebesar 6,09 persen. Sebaliknya, fenomena yang bertolak belakang terjadi pada kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah. Kelompok lulusan SD ke bawah justru mencatatkan angka tingkat pengangguran paling rendah di Indonesia, yaitu sebesar 2,31 persen.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Kondisi tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan kejuruan mendapat analisis dari ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Menurut penjelasan Yusuf Rendy Manilet, permasalahan pokok yang melatarbelakangi tingginya pengangguran SMK ini bukan semata-mata mengenai terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan di pasar kerja. Yusuf Rendy Manilet menyatakan bahwa masalah utama terletak pada belum selarasnya kompetensi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan vokasi dengan kualifikasi dan kebutuhan nyata di dunia industri.

Baca Juga

Pemerintah Masih Rahasiakan Target Defisit Anggaran RAPBN 2027

Pemerintah Masih Rahasiakan Target Defisit Anggaran RAPBN 2027

Lebih lanjut, Yusuf Rendy Manilet menerangkan bahwa kondisi penyerapan tenaga kerja tersebut dipengaruhi oleh gambaran umum struktur perekonomian Indonesia saat ini. Berdasarkan analisisnya, struktur ekonomi Indonesia masih sangat didominasi oleh keberadaan sektor informal serta jenis pekerjaan yang memiliki tingkat produktivitas rendah. Karakteristik utama dari pekerjaan berproduktivitas rendah ini adalah tidak diperlukannya keterampilan atau keahlian spesifik bagi para pekerja yang mengisinya, sehingga potensi keahlian dari lulusan pendidikan kejuruan tidak terserap secara optimal.

Persoalan penyerapan tenaga kerja di sektor industri manufaktur juga disorot oleh Syafruddin Karimi, seorang pengamat ekonomi dari Universitas Andalas. Syafruddin Karimi memberikan catatan khusus mengenai ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan ekonomi nasional dan kemampuan sektor industri dalam menyerap tenaga kerja. Meskipun perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,29 persen, sektor industri dilaporkan hanya mampu menambah penyerapan tenaga kerja sekitar 9.000 pekerja saja selama kurun waktu Februari hingga Mei 2026.

Baca Juga

Penjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi

Penjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di Cimahi

Indikasi lemahnya perekrutan tenaga kerja di sektor riil formal ini sejalan dengan data kinerja industri manufaktur. Komponen tenaga kerja yang tercatat di dalam indeks bisnis manufaktur berada pada angka 49,92. Angka di bawah 50 pada komponen tenaga kerja tersebut memberikan sinyal nyata terjadinya kontraksi atau penurunan aktivitas perekrutan pekerja di sektor usaha manufaktur selama periode tersebut.

Akibat belum optimalnya penyerapan di sektor industri formal, sektor informal masih menjadi pilar terbesar yang menampung sebagian besar tenaga kerja di Indonesia. Sektor informal tercatat masih menampung sekitar 59,3 persen dari total tenaga kerja yang ada di Indonesia. Di samping tingginya porsi sektor informal, kondisi pasar kerja nasional juga diwarnai oleh rendahnya durasi kerja bagi sebagian pekerja, di mana sekitar sepertiga dari total pekerja di Indonesia diketahui bekerja dengan waktu kurang dari 35 jam per minggu.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pasar kerjaTenaga KerjaBPSPengangguran SMKPendidikan Vokasi

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Masih Rahasiakan Target Defisit Anggaran RAPBN 2027Danantara Jajaki Investasi Bandara Madinah dan Matangkan Proyek Kampung HajiPenjelasan Menperin Terkait Isu PHK 178 Buruh PT Namnam Fashion Industries di CimahiBoard of Peace Terbitkan Kontrak Pertama di Gaza, Siapkan Pos Militer untuk Pasukan MarokoPemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Tidak Naik Periode Juli-September 2026PNS dan PPPK Daerah Bernapas Lega, Tambahan Anggaran Rp 20,5 Triliun Cair Pekan DepanRusia Resmi Legalkan Perdagangan Kripto Mulai September 2026Investor Asing Akumulasi Saham Energi di Tengah Net Sell Rp273,5 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap