Berita Viral Terkini

Tragedi Robohnya Videotron di Majalengka Merenggut Nyawa Pengendara Motor

Yolanda TobanPublished 25 Jul 2026 - 08.390 Reads
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Robohnya Videotron di Majalengka Merenggut Nyawa Pengendara Motor
Ilustrasi Peristiwa. Foto: Kumparan.
A-A+

Jalanan di sekitar Bundaran Cigasong, Kabupaten Majalengka, yang biasanya ramai oleh lalu lalang kendaraan, mendadak berubah mencekam pada Jumat malam, 24 Juli. Sebuah papan reklame digital raksasa atau videotron yang berdiri di kawasan tersebut tiba-tiba roboh dan langsung menimpa seorang pengendara motor yang tengah melintas. Korban bernama Wina Apriyanti, seorang remaja putri berusia 18 tahun, tidak mampu menghindari reruntuhan material berat yang jatuh secara mendadak tersebut.

Setelah peristiwa tragis itu terjadi, warga dan petugas di lokasi segera mengevakuasi Wina ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalengka agar segera mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, takdir berkata lain. Cedera parah yang dialami korban membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Direktur RSUD Majalengka, dr. Egga Bramasta Akidapi, mengonfirmasi kabar duka tersebut dan menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia akibat insiden mematikan ini.

Ambruknya struktur besi raksasa tersebut tidak hanya merenggut satu nyawa berharga, tetapi juga memicu kekacauan infrastruktur di area sekitar. Saat roboh, material videotron turut menyeret bentangan kabel listrik di dekatnya. Tarikan yang kuat ini menyebabkan tiang listrik di sekitar lokasi ikut tumbang ke jalan. Akibat kerusakan jaringan listrik tersebut, sejumlah wilayah di sekitar Bundaran Cigasong seketika mengalami pemadaman listrik total. Selain itu, arus lalu lintas di jalur nasional penghubung Bandung dan Cirebon mengalami kemacetan parah karena sebagian badan jalan tertutup puing-puing.

Also Read

Konsumen Apartemen LRT City Tuntut Pengembalian Dana Akibat Pembangunan Mangkrak

Tragedi ini sebenarnya menyisakan pilu mendalam karena tanda-tanda bahaya dilaporkan sudah terlihat sebelum musibah terjadi. Aditya, seorang pemuda berusia 22 tahun yang bekerja sebagai penjaga toko di sekitar lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa struktur videotron tersebut sudah bergoyang sejak sehari sebelum roboh. Ia bahkan sempat merekam kondisi papan reklame digital yang tidak stabil itu menggunakan ponselnya sekitar pukul sepuluh pagi pada hari sebelumnya, menyadari adanya potensi bahaya yang mengintai warga.

Meskipun sempat ada laporan dari warga dan petugas merespons dengan menutup sebagian bahu jalan di sekitar area videotron, langkah antisipasi tersebut terbukti belum cukup untuk mencegah jatuhnya korban. Jalanan tidak ditutup secara menyeluruh sehingga pengendara masih bisa melintas di dekat struktur yang rawan tersebut. Aditya menduga embusan angin kencang menjadi pemicu akhir ambruknya tiang penopang. Namun, ia juga menyoroti kondisi fisik pondasi yang memang sudah sangat memprihatinkan, dengan semen yang terkikis dan keretakan yang terlihat jelas secara kasat mata.

Also Read

Isyana Sarasvati Hangatkan Malam Dingin di Jazz Gunung Bromo 2026

Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki secara mendalam penyebab pasti di balik runtuhnya struktur raksasa tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit mengenai pentingnya pengawasan kelayakan dan pemeliharaan infrastruktur publik demi keselamatan jiwa masyarakat di jalan raya.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca