Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Politik

Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 17 Sep 2026 - 00.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Tekanan ekonomi dan diplomatik yang diarahkan ke Teheran memasuki babak baru yang kian agresif. Di tengah langkah Amerika Serikat yang memperketat jerat sanksi hingga blokade maritim, Iran kembali berpaling ke Beijing untuk mencari ruang bernapas politik dan ekonomi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan menemui Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Beijing pada Rabu. Lawatan ini menjadi kunjungan keduanya ke Negeri Tirai Bambu sejak eskalasi perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Eskalasi Blokade dan Manuver Dewan Keamanan PBB

Langkah diplomatik Teheran ke Beijing berlangsung di tengah eskalasi operasi penekanan yang dilancarkan Washington. AS telah meluncurkan kampanye bertajuk "Operasi Pengucilan Ekonomi" yang mencakup penerapan blokade angkatan laut di sejumlah pelabuhan selatan Iran demi memutus jalur logistik dan perdagangan negara tersebut.

Di panggung multilateral, AS bersama sekutu Eropanya berhasil mendesak dewan pengawas nuklir PBB (IAEA) untuk merujuk Iran ke Dewan Keamanan PBB. Langkah perujukan ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam 20 tahun terakhir, mengulang sejarah masa lalu yang sempat memicu enam resolusi serta rentetan sanksi ekonomi berskala luas. Bersamaan dengan itu, kekuatan Eropa kembali memberlakukan sanksi snapback, yang membuat Kepala Nuklir Iran Mohammad Eslami dilarang menghadiri Konferensi Umum IAEA di Wina.

Tak berhenti pada sektor maritim dan nuklir, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap VTB Bank, bank terbesar kedua di Rusia. Lembaga keuangan tersebut merupakan satu-satunya bank asal Rusia yang mengantongi izin operasional cabang di China daratan dengan akses langsung ke sistem pembayaran nasional China.

Baca Juga

Terseret Skandal Korupsi, Jaksa Agung Ini Nekat Kabur ke Luar Negeri

Terseret Skandal Korupsi, Jaksa Agung Ini Nekat Kabur ke Luar Negeri

Posisi China: Benteng Veto dan Mitra Minyak Utama

Kendati tekanan Barat kian mengisolasi Teheran, pengaruh resolusi baru di Dewan Keamanan PBB diperkirakan menghadapi tembok tebal. China dan Rusia memegang hak veto yang dapat secara langsung membatalkan pengesahan sanksi internasional tambahan terhadap Iran.

Secara ekonomi riil, Beijing tetap bertahan sebagai pembeli minyak mentah terbesar bagi Iran. Ketergantungan ekonomi dan kedekatan strategis ini menjadikan China sebagai tumpuan utama Teheran dalam menahan efek pembekuan jalur keuangan global.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi awal pekan ini, Presiden China Xi Jinping menyerukan negara-negara Global South untuk mengambil peran sebagai pembawa damai di Timur Tengah. Xi mempromosikan peta jalan de-eskalasi empat poin yang berfokus pada penghormatan kedaulatan, hidup berdampingan secara damai, kepatuhan hukum internasional, serta keseimbangan antara pembangunan dan keamanan.

Mantan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyambut baik inisiatif diplomasi tersebut sebagai momentum meredakan ketegangan. Namun, pakar studi China dari Universitas Teheran Hamed Vafaei menilai pandangan bahwa Xi secara langsung menawarkan diri sebagai mediator resmi merupakan tafsir bebas yang belum tentu mencerminkan posisi riil Beijing di lapangan.

Baca Juga

Perang Saudara Menggila di Tanah Arab, 100.000 Warga Mengungsi

Perang Saudara Menggila di Tanah Arab, 100.000 Warga Mengungsi

Dinamika Menjelang Pertemuan Washington

Hubungan Beijing dan Teheran juga disorot menyusul laporan The Wall Street Journal yang menyebut entitas China menyediakan citra satelit beresolusi tinggi kepada Iran sebelum serangan fatal terhadap pangkalan militer AS di Yordania yang menewaskan tiga prajurit AS.

Meski demikian, Donald Trump menepis laporan intelijen tersebut dan menyamakannya dengan praktik lazim pengumpulan informasi antarnegara, sembari memuji sikap Xi Jinping yang dinilainya berperilaku cukup baik.

Konsolidasi hubungan Beijing dan Teheran ini bergulir tepat sebelum agenda pertemuan langsung antara Donald Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada akhir September mendatang.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatChinaIran

Berita Terbaru Lainnya

Prabowo Sindir Banyak Pemda Belum Gunakan Anggaran dengan Baik5 Pemda di Sumsel Terima Bantuan Presiden Rp100 Miliar untuk Penanganan Karhutla129 Korban KM Virgo Masih Hilang, Basarnas Siapkan Operasi SalvageTerseret Skandal Korupsi, Jaksa Agung Ini Nekat Kabur ke Luar NegeriPerang Saudara Menggila di Tanah Arab, 100.000 Warga MengungsiDiresmikan Prabowo, Berapa Tarif LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai?BGN Tutup Sementara 1.276 Dapur MBG Tak Laik HigienePurbaya Pamer Momen Kasih Makan Ikan di Kolam Usai Kena Reshuffle

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap