Sebanyak 179.000 warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan masih bertahan di posko-posko pengungsian di tengah ancaman gempa susulan yang masih terus berlangsung. Ratusan ribu warga tersebut belum dapat kembali ke kediaman masing-masing sejak bencana melanda wilayah kepulauan tersebut.
Kondisi darurat ini merupakan dampak lanjutan dari peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan kuat tersebut merusak permukiman warga dan memicu kekhawatiran masyarakat, sehingga ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari potensi bahaya gempa susulan.
Anak Krakatau Masih Erupsi, BMKG Sebut Abu Tak Mengarah ke Jakarta

Perkembangan kondisi serta kebutuhan mendesak para pengungsi di lapangan disampaikan dalam dialog program Evening Up CNBC Indonesia pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam tayangan tersebut, presenter Bunga Cinka membahas situasi terkini bersama perwakilan relawan Donatur Kolektif, Azelia Trifiana.
Menko AHY, 341 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan Bandara, Tiket Wajib Refund 100 Persen

Penanganan terhadap 179 ribu pengungsi di berbagai titik posko terus menjadi fokus perhatian relawan dan otoritas penanggulangan bencana, terutama dalam memastikan ketersediaan logistik dasar, tenda darurat, serta penanganan psikologis warga di tengah kekhawatiran atas gempa susulan yang masih dirasakan di wilayah NTT.






