Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atau Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus memperkuat tata kelola penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri P2MI sekaligus Kepala BP2MI pada 8 September 2025, Mukhtarudin mengarahkan seluruh kebijakan kementerian untuk membangun ekosistem pelindungan pekerja migran yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah terintegrasi ini dirancang agar penanganan pekerja migran tidak hanya berfokus pada fase penempatan di negara tujuan, tetapi juga mencakup kesiapan awal dari daerah asal hingga kepulangan kembali ke Tanah Air. Kebijakan tersebut memastikan setiap tahapan proses migrasi tenaga kerja berjalan aman, terpantau, serta memiliki landasan perlindungan yang kokoh.
Penegakan Hukum dan Mitigasi Penempatan Nonprosedural
Dalam memperkuat aspek legalitas dan penegakan hukum, Kementerian P2MI menjalin sinergi erat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Kerja sama strategis ini diwujudkan melalui pembentukan desk khusus yang ditujukan untuk menekan potensi penempatan nonprosedural serta memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Keberadaan unit penanganan khusus ini memungkinkan berbagai laporan dan kasus penempatan ilegal ditangani secara lebih presisi, cepat, dan terukur.
Menko AHY, 341 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan Bandara, Tiket Wajib Refund 100 Persen

Selain pengawasan jalur keberangkatan, Kementerian P2MI secara bertahap menggeser dominasi pekerja migran sektor domestik berketerampilan rendah (low-skilled) menuju tenaga kerja berketerampilan menengah hingga tinggi (mid-to-high skilled). Transformasi komposisi ini dilakukan secara terarah melalui penguatan pelatihan vokasi, penguasaan bahasa asing, sertifikasi kompetensi berskala internasional, serta pembentukan etos kerja yang profesional.
Penguatan Kompetensi Melalui SMK Go Global
Sebagai bentuk implementasi nyata dalam meningkatkan keahlian calon pekerja migran, Kementerian P2MI menjalankan program strategis seperti SMK Go Global dan Asta Mandala SMK Go Global. Program-program ini dirancang untuk menyelaraskan hubungan antara dunia pendidikan vokasi, lembaga pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan kebutuhan riil pasar kerja global.
5 Wartawan Hilang Kontak di Sekitar Gunung Anak Krakatau, Pemilik Sebut Kapal Laik Berlayar

Pengembangan ekosistem penempatan tenaga kerja ini ditopang oleh kerja sama multisektor yang solid. Kementerian P2MI secara aktif memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, sektor pendidikan, lembaga pelatihan, kalangan dunia usaha, hingga perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara penempatan.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Menteri Mukhtarudin telah menetapkan sejumlah agenda prioritas utama. Fokus kerja kementerian meliputi peningkatan kualitas mutu layanan secara menyeluruh, penyederhanaan akses terhadap layanan legalitas, pencegahan keberangkatan nonprosedural, penguatan kompetensi berkelanjutan, serta pemberian jaminan kepastian hukum dan jaminan sosial yang komprehensif bagi seluruh pekerja migran Indonesia.






