Sebanyak lima wartawan dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9). Rombongan jurnalis tersebut bertolak sekitar pukul 14.00 WIB dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Desa Sukajadi, Carita, Kabupaten Pandeglang, melalui Dermaga Pegedongan, Banten.
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut terdiri atas Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Keberangkatan rombongan bertujuan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dari perairan Selat Sunda.
Menanggapi peristiwa tersebut, pemilik kapal yang disewa rombongan, Sandi Wiasa, menegaskan bahwa kapal miliknya berada dalam kondisi laik berlayar saat bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita. Sandi memastikan seluruh aspek legalitas dan keselamatan pelayaran telah terpenuhi sebelum kapal berangkat melaut.
Setahun Menteri Mukhtarudin Menjabat, Pekerja Migran Terlindungi dan Naik Kelas

Sandi menjelaskan bahwa kapal telah dilengkapi dengan dokumen perizinan resmi, surat-surat kapal, rompi keselamatan (life jacket), serta perangkat GPS portabel. Selain kelengkapan keselamatan, kondisi perairan saat keberangkatan pada Senin siang berada dalam kondisi normal dan jumlah penumpang yang diangkut dipastikan sesuai dengan kapasitas kapal.
Perjalanan laut dari Carita menuju kawasan Gunung Anak Krakatau umumnya memakan waktu tempuh sekitar dua jam. Komunikasi sempat terjalin empat jam setelah keberangkatan, saat pemandu rombongan mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya. Foto tersebut diambil ketika kapal berada di posisi lebih dari tiga kilometer dari kawah gunung.
SAR Kerahkan 2 Drone Termal Cari 5 Wartawan Hilang di Sekitar Anak Krakatau

Kabar hilangnya kontak dengan kapal pertama kali diterima Sandi dari Kapolsek Carita pada pukul 13.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Sandi langsung menghubungi kerabat dan jejaring warga di wilayah Sebesi, Lampung, agar para nelayan setempat dapat membantu menyisir perairan dan melakukan pencarian terhadap kapal beserta rombongan wartawan.






