Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Nasional

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Identitas Budaya Tau Samawa adalah Kekayaan Nasional

Wahyu SuryaniDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Identitas Budaya Tau Samawa adalah Kekayaan Nasional
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, memberikan penegasan bahwa identitas budaya Tau Samawa merupakan bagian yang sama sekali tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional. Penegasan tersebut disampaikan secara langsung dalam sebuah sarasehan kebudayaan yang secara khusus mengusung tema "Budaya dan Identitas Tau Samawa". Acara diskusi budaya ini diselenggarakan di wilayah Sumbawa pada hari Sabtu, serta dihadiri oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat setempat. Johan Rosihan, yang juga menduduki posisi sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTB 1 Pulau Sumbawa, menyatakan bahwa kebudayaan adalah bagian krusial dalam proses penguatan karakter bangsa Indonesia.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Secara kebahasaan, istilah yang digunakan untuk menyebut identitas ini memiliki akar sejarah dari daerah setempat. Kata "tau" itu sendiri pada dasarnya berasal dari bahasa Sumbawa yang memiliki arti orang atau manusia. Sementara itu, kata "samawa" adalah sebutan atau nama lain dari daerah Sumbawa yang secara geografis berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh karena itu, Johan menilai bahwa ruang-ruang dialog publik, seperti halnya sarasehan kebudayaan tersebut, perlu untuk terus dihadirkan secara rutin di tengah masyarakat luas. Hal ini bertujuan agar berbagai nilai lokal yang ada dapat didokumentasikan dengan baik, dikaji secara ilmiah oleh para ahli, serta diwariskan kepada generasi penerus berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Johan Rosihan menambahkan bahwa MPR RI memiliki kepentingan yang besar agar nilai-nilai lokal yang dimiliki oleh masyarakat Tau Samawa dapat terus hidup dan berkembang. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi bagian integral dari proses pembangunan karakter kebangsaan secara menyeluruh. Selain pandangan dari perwakilan legislatif, ruang diskusi ini juga diperkaya oleh analisis mendalam dari sudut pandang akademis. Akademisi Rusli Cahyadi mengungkapkan bahwa identitas Tau Samawa bukanlah sebuah identitas sosial yang bersifat statis. Ia juga menekankan bahwa identitas tersebut tidak semata-mata diwariskan hanya karena faktor kelahiran seseorang di wilayah tersebut.

Baca Juga

Menag Nasaruddin Umar, Skor Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai Rekor Tertinggi

Menag Nasaruddin Umar, Skor Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai Rekor Tertinggi

Untuk memperkuat argumen akademisnya, Rusli Cahyadi mengacu pada sebuah penelitian komprehensif yang pernah dilakukan oleh antropolog bernama Peter R. Goethals. Penelitian antropologi tersebut secara khusus mengkaji pola kehidupan masyarakat yang menetap di Desa Rarak, Sumbawa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Goethals, ditemukan sedikitnya dua belas indikator utama yang dapat menunjukkan bahwa seseorang benar-benar telah menjadi bagian utuh dari komunitas tersebut. Indikator yang dimaksud mencakup adanya hubungan kekerabatan, kepemilikan atas tanah, keterlibatan langsung dalam sektor pertanian, hingga keikutsertaan dalam berbagai aktivitas keagamaan di lingkungan setempat.

Lebih lanjut, indikator keanggotaan dalam komunitas itu juga diukur secara nyata melalui tingkat partisipasi warga dalam memenuhi kewajiban sosial sehari-hari. Kewajiban sosial kemasyarakatan ini meliputi kegiatan pengamanan lingkungan melalui ronda, kepatuhan dalam hal pembayaran pajak, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan adat kemasyarakatan. Rusli juga mengangkat sebuah konsep lokal yang dikenal luas dengan istilah "Satama Djiwa dalam Karang. Nyenan". Konsep ini merupakan sebuah ungkapan tradisional yang menggambarkan bahwa seseorang telah "memasukkan jiwanya" ke dalam suatu komunitas. Hal ini secara tegas menunjukkan bahwa identitas budaya lahir dan terbentuk dari praktik hidup sehari-hari, dan bukan sekadar didasarkan pada status administratif kependudukan belaka.

Baca Juga

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT Ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT Ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah

Sementara itu, dari perspektif yang berbeda, Seniman Sumbawa, Iqbal Sanggo, turut memberikan pandangannya mengenai arah pelestarian kebudayaan lokal ke depannya. Iqbal secara khusus menekankan bahwa kebudayaan Tau Samawa tidak boleh hanya dipandang sebelah mata sebagai peninggalan masa lalu yang usang. Ia menyoroti pentingnya merawat nilai-nilai luhur seperti semangat gotong royong, penghormatan yang tinggi terhadap aturan adat, religiusitas, dan ikatan solidaritas sosial antarwarga. Menurutnya, seluruh elemen tersebut merupakan modal budaya yang sangat berharga dan mutlak harus diwariskan kepada para generasi muda penerus bangsa. Hal ini dianggap sangat penting agar nilai-nilai luhur budaya lokal tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi modern saat ini.

Sebagai penutup diskusinya, Iqbal Sanggo kembali mengingatkan kepada seluruh peserta sarasehan bahwa laju modernisasi bukanlah sebuah alasan yang dapat dibenarkan untuk meninggalkan identitas lokal yang telah lama mengakar kuat. Sebaliknya, masyarakat justru perlu menjadikan kebudayaan daerah sebagai fondasi utama dalam membangun karakter individu dan kelompok. Dengan menjadikan budaya sebagai pijakan dasar yang kokoh, masyarakat di daerah tersebut juga dapat terus memperkuat daya saing daerah secara optimal di tengah pusaran perubahan sosial yang berlangsung dengan sangat cepat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

MPR RISumbawaTau SamawaKebudayaanNusa Tenggara BaratJohan Rosihan

Berita Terbaru Lainnya

Tiga Cabor Berangkat Mandiri Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026Timnas BMX Indonesia Tingkatkan Latihan di Banyuwangi Jelang Asian Games 2026Laga Pramusim Real Madrid vs Fiorentina Berakhir Imbang 2-2 di AustriaKronologi Kasus Bigmo, Promosi Vape Melibatkan Anak Berujung Laporan PolisiKrisis Perbatasan Ceuta, Puluhan Ribu Warga Maroko Menyeberang ke Wilayah SpanyolKemarau Panjang 2026, Petani di Gedebage Bandung Hadapi Ancaman Gagal PanenMenag Nasaruddin Umar, Skor Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai Rekor TertinggiPolda Metro Jaya Tangani Dua Laporan Kasus Dugaan Penipuan Vicky Prasetyo

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap