Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono secara resmi mendorong Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan yang dibutuhkan dalam pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayah tersebut. Dorongan dan imbauan ini disampaikan secara langsung oleh Agus Jabo Priyono saat menerima kunjungan kerja dari Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution. Pertemuan penting antara kedua belah pihak ini berlangsung di Kantor Kementerian Sosial pada hari Selasa, 11 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Wamensos menekankan pentingnya kolaborasi dan gerak cepat dari pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat.
Menurut penjelasan dari Agus Jabo Priyono, program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis yang dirancang untuk secara langsung menyasar dan membantu masyarakat dari kelompok paling bawah atau kelas sosial terendah. Pembangunan fasilitas pendidikan yang permanen ini sangat krusial agar akses pendidikan bagi kelompok tersebut dapat terpenuhi secara layak. Sebelumnya, proses pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Mandailing Natal sempat mengalami hambatan yang disebabkan oleh persoalan terkait ketersediaan lahan. Namun, sebagai solusi atas kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal telah melakukan upaya pemindahan lokasi pembangunan ke lahan alternatif lain yang dinilai jauh lebih siap dan memenuhi kriteria.
Area Terdampak Kebakaran di Bromo Capai 899 Hektare, Pemadaman Darat dan Udara Diperkuat

Setelah lokasi alternatif yang baru tersebut dipastikan memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis yang ditentukan, pengajuan pembangunan fisik sekolah akan segera diproses lebih lanjut. Proses pembangunan ini nantinya akan berjalan melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Berdasarkan rencana kerja yang telah disusun, Kabupaten Mandailing Natal diproyeksikan untuk dapat masuk ke dalam tahap pembangunan Sekolah Rakyat Fase III. Pembangunan Sekolah Rakyat tahap ketiga ini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 mendatang. Pemerintah menargetkan bahwa seluruh proses konstruksi fisik sekolah tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya sebelum tahun ajaran baru 2027/2028 dimulai.
Selain membahas mengenai percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan melalui Sekolah Rakyat, Wakil Menteri Sosial juga memberikan perhatian khusus pada pemutakhiran data kemiskinan di daerah. Agus Jabo Priyono meminta dengan sangat agar Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara serius dan berkelanjutan. Keakuratan DTSEN sangat penting karena data tunggal ini berfungsi sebagai sumber acuan utama dalam berbagai program pemerintah. Data tersebut digunakan untuk penyaluran bantuan sosial (bansos), pemberian bantuan iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga menjadi acuan dalam proses rekrutmen calon peserta didik yang akan masuk ke Sekolah Rakyat.
Pramono Respons Usulan Hapus Jalur Sepeda Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Pembahasan Khusus

Dalam kesempatan yang sama, diungkapkan pula adanya langkah tegas terkait penataan data penerima bantuan sosial. Tercatat sebanyak 6.800 data entri penerima bantuan sosial di Kabupaten Mandailing Natal telah dihapus atau dikeluarkan dari daftar penerima bansos. Langkah penghapusan data penerima ini terpaksa dilakukan karena yang bersangkutan terbukti terlibat dalam aktivitas judi online. Dengan adanya pembersihan data tersebut, diharapkan penyaluran bantuan sosial di masa mendatang dapat menjadi lebih tepat sasaran dan hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memenuhi kriteria sosial yang telah ditetapkan oleh pemerintah.






