Upaya memperkuat perekonomian daerah melalui keterlibatan generasi muda ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Festival Duta Desa Gen Z 2026 di Alun-Alun Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Sabtu (29/8/2026). Mengusung tema "Kembali Ke Desa, Tajir Melintir", inisiatif ini dirancang guna memotivasi Generasi Z untuk melihat desa bukan sekadar ruang tinggal, melainkan sentra inovasi, usaha, dan pengelolaan potensi lokal secara produktif.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria beserta jajaran kementerian. Hadir mewakili Gubernur Banten, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten Gunawan Rusminto, didampingi Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, serta kepala desa di wilayah Kabupaten Serang.
Dari pihak perbankan daerah, hadir Direktur Operasional bank bjb Herfinia, CEO Regional 4 bank bjb Mohammad Mufti, dan Pemimpin Cabang bank bjb KCK Banten Faridha Siregar. Acara tersebut dimeriahkan dengan suguhan tarian serta kesenian tradisional Banten, kuis, sesi pemaparan dan diskusi, hingga prosesi peluncuran festival.
Harga Patokan Ekspor Emas Naik Menjadi US$ 142.154 per Kilogram

Keterlibatan Gen Z dalam Ekosistem Keuangan Desa
Dalam rangkaian acara, bank bjb menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan peran generasi muda ke dalam ekosistem layanan perbankan melalui program Gen Z Bisa. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyerahan simbolis rompi dan topi Gen Z Bisa oleh Direktur Operasional bank bjb Herfinia kepada perwakilan anak muda yang bertugas sebagai Agen Laku Pandai atau Agen bjb Bisa.
Program ini menempatkan Generasi Z tidak hanya sebagai target pengguna transaksi perbankan, tetapi juga sebagai penggerak aksesibilitas layanan keuangan langsung di tengah masyarakat desa.
Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi Metanol Dimulai, Hemat Devisa Rp 7 Triliun

Kemudahan layanan berbasis keagenan ini dirasakan langsung di lapangan. Salah satu perwakilan Agen bjb Bisa, Muhammad Ribkhi Aprilaganta, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan keagenan lokal mempermudah masyarakat dalam bertransaksi sehari-hari. Warga yang sebelumnya sempat ragu kini memanfaatkan layanan tersebut untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, hingga transfer dana tanpa perlu mengantre di kantor cabang.
Operasional layanan perbankan dan keagenan bank bjb berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), sekaligus merupakan peserta program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).






