Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melancarkan serangan rudal balistik berskala besar yang menargetkan barak Marinir Amerika Serikat (AS) di Camp Titin, dekat Aqaba, Yordania. Operasi militer ini diklaim Teheran sebagai aksi balasan langsung atas serangan udara AS yang menewaskan warga sipil dalam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran.
Dalam keterangannya, IRGC menyatakan bahwa gempuran balistik tersebut menewaskan sejumlah besar pasukan AS serta menghancurkan sejumlah instalasi militer dan helikopter serang di pangkalan tersebut. Selain meluncurkan serangan rudal ke barak Marinir AS di Yordania, IRGC juga mengerahkan sistem pertahanan kedirgantaraan baru untuk menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 milik AS. Hingga saat ini, pihak AS belum memberikan tanggapan resmi terkait kebenaran klaim serangan maupun jumlah korban di Camp Titin.
Presiden Iran Beri Ultimatum Baru untuk AS di Hadapan Xi Jinping-Putin

Eskalasi tajam kedua belah pihak ini berakar dari serangan rudal AS di kota Kuhestak, daerah Sirik, Provinsi Hormozgan. Menurut data Bulan Sabit Merah Iran, serpihan rudal AS menghantam permukiman warga yang tengah menggelar perayaan pernikahan. Insiden itu merenggut empat korban jiwa, termasuk seorang anak kecil, dan melukai lebih dari 50 orang. Rekaman yang disiarkan media IRIB memperlihatkan puing-puing berserakan dan kerusakan masif di lokasi pesta.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui unggahan di X mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai penyerangan terhadap target-target IRGC di wilayah Iran. CENTCOM menyebut langkah tersebut sebagai tanggapan atas serangan IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan ancaman terhadap personel militer AS di kawasan tersebut.
Skandal Kecurangan Besar CPNS Terungkap, Negara Pecat 3.868 ASN

Menanggapi dinamika keamanan yang kian memanas di kawasan, pihak IRGC menyatakan bahwa rangkaian serangan AS terhadap lokasi sipil justru memicu dampak strategis berupa pengetatan blokade di perairan Selat Hormuz.






