Di balik setiap liter bahan bakar yang didistribusikan dan setiap megawatt energi yang disalurkan untuk menggerakkan Indonesia, terdapat sistem operasional raksasa yang bekerja tanpa henti. Namun, keandalan sistem ini tidak hanya bertumpu pada kecanggihan mesin atau luasnya jaringan pipa, melainkan pada sebuah fondasi tak terlihat yang disebut keselamatan kerja. Sadar akan risiko operasional yang kian kompleks seiring ekspansi bisnis dan adopsi teknologi baru, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah strategis dengan memperkokoh budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) guna menjaga ketahanan energi nasional tetap tegak berdiri.
Langkah nyata penguatan budaya keselamatan ini ditegaskan dalam pembukaan HSSE Jambore I Tahun 2026 yang berlangsung di HSE Training Center, Sungai Gerong, Palembang. Mengusung tema besar "Energizing One Pertamina: Operational Capability Assurance", ajang ini dirancang untuk menyelaraskan standar keselamatan di seluruh lini bisnis Pertamina Group. Melalui forum ini, perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap entitas di bawah naungannya memiliki kesiapan operasional yang seragam dalam menghadapi potensi bahaya di lapangan.
Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Setelah Sempat Anjlok Tajam

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa pertumbuhan bisnis yang agresif harus selalu diimbangi dengan fondasi HSSE yang semakin kokoh. Sebagai pilar penopang kebutuhan energi satu negara, kegagalan kecil dalam aspek keselamatan dapat berdampak sistemik. Simon mengapresiasi tren positif kinerja keselamatan Pertamina sepanjang tahun ini, namun ia mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak dalam rasa aman yang semu. Ia menekankan pentingnya memegang teguh prinsip "eling lan waspodo" atau senantiasa ingat dan waspada, karena risiko kecelakaan kerja selalu mengintai kapan saja.
Di sisi lain, pengawasan ketat terhadap implementasi budaya keselamatan ini juga disuarakan oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan. Ia menggarisbawahi pentingnya konsep kepemimpinan yang nyata atau *visible leadership* di area kerja. Menurutnya, keselamatan kerja tidak bisa dijaga hanya dari balik meja kerja yang nyaman. Para pemimpin di setiap tingkatan harus turun langsung ke lapangan, berdialog dengan para pekerja garis depan, dan memiliki keberanian untuk menghentikan aktivitas operasional jika mendeteksi adanya potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.
Mengatasi Ancaman Downtime Industri Lewat Solusi Hybrid Cloud

Upaya membangun budaya keselamatan yang tangguh ini juga diwujudkan melalui investasi berkelanjutan pada peningkatan kompetensi pekerja, pelatihan intensif, serta sertifikasi keahlian. Melalui penyelenggaraan jambore keselamatan ini, Pertamina Group berkomitmen untuk menjadikan HSSE bukan sekadar kepatuhan formalitas terhadap regulasi, melainkan bagian dari gaya hidup dan identitas setiap pekerja. Dengan menyatukan langkah dan memperketat standar keselamatan, Pertamina optimistis dapat menjaga keandalan operasionalnya demi mengamankan pasokan energi bagi seluruh pelosok negeri.






